Subang. Penanews.net _ Jawa Barat Kemarau panjang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Subang. Salah satunya dirasakan warga Kampung Cisaat RT 11 dan RT 16, RW 06, Desa Bojongloa, Kecamatan Kasomalang.
Sumber mata air di wilayah tersebut mengering setelah hujan tidak turun dalam waktu cukup lama. Akibatnya, ratusan warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih selama hampir dua bulan.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang bersama Pemerintah Desa Bojongloa turun langsung melakukan penanganan dan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan laporan BPBD Subang, kekeringan air bersih terjadi karena tidak turunnya hujan dalam waktu lama sehingga menyebabkan sumber mata air warga mengering.
Dampak kekeringan tersebut dirasakan masyarakat di RT 11 dan RT 16, RW 06, dengan jumlah terdampak mencapai 140 kepala keluarga atau 257 jiwa.
Tim BPBD kemudian meluncur ke lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus berkoordinasi dengan aparatur Desa Bojongloa dan pihak setempat guna mengetahui kondisi serta kebutuhan warga.
Koordinator Wilayah Subang Selatan BPBD Subang, Deden Edwin Aditya, mengatakan pendataan dari desa menjadi salah satu dasar bagi BPBD dalam menentukan langkah penanganan di wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.
“Ini hasil data semua desa yang berada di Kecamatan Kasomalang. Lalu data tersebut diserahkan ke kecamatan dan kecamatan langsung berkoordinasi dengan dinas terkait, yaitu BPBD Kabupaten Subang,” ujar Deden.
Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Data dari pemerintah desa menjadi bahan untuk menentukan wilayah yang membutuhkan suplai air bersih.
Dalam penanganan di Kampung Cisaat, tim BPBD menyalurkan sebanyak 10.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Kepala Desa Bojongloa, Wahlin Wagianto, mengatakan bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat mengingat kondisi sumber air warga yang mulai mengering akibat kemarau panjang.
Ia menyebut kebutuhan air bersih terutama dirasakan warga di Kampung Cisaat yang berada di RT 11 dan RT 16, RW 06.
“Untuk memenuhi kebutuhan warga Kampung Cisaat RT 11 dan RT 16, RW 06, kami terus berkoordinasi agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi,” kata Wahlin.
Menurutnya, Pemerintah Desa Bojongloa akan terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun BPBD apabila kondisi kekeringan masih berlangsung.
Pasalnya, air bersih menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, mandi, mencuci hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kekeringan yang berlangsung selama sekitar dua bulan tersebut membuat masyarakat harus mencari alternatif untuk mendapatkan air. Karena itu, suplai air bersih dari BPBD menjadi salah satu langkah penanganan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
BPBD Subang juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Apabila terdapat laporan dari pemerintah desa mengenai kondisi serupa, petugas akan melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak setempat untuk menentukan penanganan.
Masyarakat pun diimbau menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung. Penghematan air dinilai penting agar persediaan yang masih tersedia dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang paling mendesak.
Pemerintah desa dan BPBD diharapkan terus memperkuat koordinasi agar bantuan air bersih dapat kembali disalurkan apabila kondisi masyarakat masih membutuhkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang bersama Pemerintah Desa Bojongloa turun langsung melakukan penanganan dan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Minggu (13/9/2026).











