Akibat Proyek Pembangunan Jembatan Sikeng, Pengusaha Galian Tambang Mengaku Rugi

AKIBAT PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN SIKENG, PENGUSAHA GALIAN TAMBANG MENGAKU RUGI

IMG 20201202 WA0059~Penanews.my.id-Bogor, 02, Desember, 2020~

Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) saat ini tengah melakukan program pembangunan dan peningkatan jalan di sejumlah wilayah kecamatan. Salah satunya kegiatan peningkatan jembatan Cidangdeur 3 atau dikenal warga dengan sebutan jembatan Sikeng.

Untuk proyek peningkatan jembatan Sikeng yang berada di jalan Janala – Lebakwangi ini, Pemkab Bogor harus merogoh kocek APBD senilai 1,2 miliar rupiah lebih. Proyek ini diharapkan mampu memperlancar pergerakan barang dan jasa. Karena jembatan Sikeng sangat strategis dan menghubungkan 3 wilayah yaitu Kecamatan Rumpin, Cigudeg dan Kecamatan Parungpanjang.

Namun lamanya jangka waktu pekerjaan serta lambatnya progres pekerjaan proyek tender jembatan Sikeng, dikeluhkan beberapa pengusaha galian tambang di wilayah Kecamatan Rumpin dan Cigudeg yang menggunakan akses jembatan tersebut. Seperti diungkapkan Saeful, seorang perwakilan perusahaan tambang. “Sekarang banyak pemilik usaha angkutan tambang (transporter) malas terima order. Alasannya karena jarak tempuh perjalanan semakin jauh, sebab harus memutar jauh ke arah Leuwiliang atau ke Parungpanjang,” ungkap Saeful kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Ia menambahkan, kalau pun ada perusahaan angkutan tambang yang mau mengangkut barang hasil tambang, umumnya akan meminta biaya (ongkos) transportasi yang lebih mahal dari biasanya. “Karena biaya operasional yang makin mahal itu, banyak perusahaan tambang di Cigudeg dan Rumpin yang rugi. Banyak pula perusahaan tambang yang mengurangi jam kerja dan jumlah produksi nya. Karena omset penjualan hasil tambang berkurang drastis.” Cetusnya.

Baca Juga : 

https://penanews.my.id/berita/1603/pilkades-serentak-memasuki-tahapan-pengundian-nomor-urut-bagi-calon-kades/

Sementara Iyan, penanggungjawab proyek peningkatan jembatan Sikeng mengatakan, CV. Cipta Bersama sebagai perusahaan penyedia jasa proyek tender, sejak awal sudah bekerja maksimal sesuai SPMK dan spek yang diberikan Dinas PUPR Pemkab Bogor. “Waktu pekerjaan masih sekitar 40 hari, kami bekerja sesuai SPK dan menggunakan bahan – bahan yang sesuai. Kemarin sempat berhenti, karena menunggu besi ukuran 25 yang memang harus berkualitas baik,” paparnya.

Iyan membantah adanya isu tidak benar (hoax) yang berkembang bahwa, pihak perusahaannya meninggalkan pekerjaan proyek jembatan Sikeng dan lambat dalam progres pekerjaan. Menurutnya, yang terjadi sebenarnya adalah para pekerja menunggu datangnya pengiriman besi sesuai standar untuk pengecoran dan sisa waktu pengerjaan pun masih lama. “Mungkin ada orang yang merasa terganggu usahanya atau merasa terganggu aktifitasnya karena pembangunan proyek jembatan Sikeng. Sehingga menyebarkan informasi bohong dan tidak benar.” Pungkas Iyan.

IMG 20201202 150601

~ Jembatan Sikeng di perbatasan Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Cigudeg sedang dilakukan kegiatan peningkatan dengan pengecoran.

Pewarta : Boim / Fahry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *