Antisipasi Sebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Demak Perkuat Koordinasi Dan Ketatkan ‘One Gate System

PN _ Demak, Jateng. Bupati Demak, dr. Hj. Esti’anah, S.E., bersama Wakil Bupati, K.H Ali Makhsun; Ketua DPRD, H. Sri Fahrudin Bisri Slamet, S.E; Dandim 0716/Demak, Letkol Arh M. Ufiz; dan Camat Guntur, Ali Mahbub, M.H, Jum’at, (5/6/2021) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, tiba di Desa Tlogorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Kedatangan Bupati beserta rombongan untuk meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap 1 bagi para lansia. Rombongan tiba saat para lansia sedang menjalani proses observasi, pasca penyuntikan vaksin.

Berdasarkan pantauan penanews.net, sesaat tiba di lokasi, Bupati dan rombongan melakukan diskusi-diskusi non-formal di halaman Balai Desa Tlogorejo, baik dengan sesama rombongan, maupun dengan petugas dan Kepala Desa setempat, Wasiran.

Dalam satu kesempatan diskusi non-formal tersebut, Bupati sempat mengungkapkan bahwa di beberapa tempat, dalam perjalanannya menuju lokasi vaksinasi, ia masih mendapati para warga lupa mengenakan masker saat beraktivitas.

“Nyuwun tulung, nanti lebih di ini (sadarkan) lagi. Karena kemarin, mungkin kondisi Demak sudah landai (bulan puasa kemarin kita sudah zona hijau), sehingga masyarakan jadi lupa. Padahal, kita tahu, di Kudus, kota sebelah, sudah mulai ini (terjadi lonjakan). Kita perlu jaga-jaga,” ungkap Bupati Demak.

Setelah melakukan diskusi-diskusi kecil membahas temuan-temuannya di lapangan, Bupati Demak, didampingi Wakilnya, berkesempatan untuk berdialog dan menyapa langsung para lansia yang telah divaksinasi.

“Ibu Bapak, ini suntik vaksin yang pertama, ‘nggih’? Ada keluhan, ‘mboten’? Mungkin ada ‘kemeng-kemeng’ ada gejala-gejala yang dirasakan setelah penyuntikan vaksin?,” tanya Esti, yang kemudian ditimpali Wakil Bupati, Ali Makhsun, “semoga Ibu Bapak sehat-sehat semuanya.”

Pertanyaan tersebut dijawab serempak para lansia yang ada di lokasi, bahwa tidak ada keluhan berarti, sambil para lansia juga mengamini harapan yang disampaikan Wakil Bupati Demak, K.H. Ali Makhsun.

“Terimakasih, Ibu-ibu dan Bapak-bapak, sudah berkenan divaksin. Jika ada rekan-rekannya yang belum mau divaksin, saya mohon bantuannya, nanti diajak untuk mau divaksin. Begitu ya, Ibu Bapak, pesan saya,” imbuh Esti, yang saat menyapa para lansia, disampaikannya menggunakan bahasa Jawa.

Selanjutnya, Esti dalam keterangannya kepada wartawan, berharap para Camat, para Lurah lehih menggenjot lagi untuk para lansia dan para pelayan publik supaya mau divaksinasi.

“Kita tahu sendiri, kota di sebelah kita (Kudus) sangat tinggi sekali angka Covidnya. Surat Edaran Bupati sudah kita perpanjang, guna mengaktifkan kembali pos-pos terkait hal itu,” jelasnya.

Mengenai masih ada para lansia yang enggan di vaksin, Bupati Demak tersebut kembali menekankan pentingnya koordinasi mulai dari Camat hingga Lurah dan RT/RW yang menaungi masyarakat di bawahnya. Untuk mengambil tindakan (persuasif dan humanis) agar mau divaksin, entah bagaimanapun caranya dalam melakukan pendekatan.

“Saya berharap supaya mereka tidak terpengaruh oleh ‘hoax’ yang menyebar tentang vaksinasi. Saya yakin, para Camat dan para Lurah memiliki cara-cara tersendiri untuk melakukan pendekatan,” harapnya.

Menguatkan apa yang disampaikan oleh Bupati Demak, Dandim 0716/Demak, Letkol Arh. Mohamad Ufiz, menegaskan bahwa vaksinasi untuk para lansia memang perlu ada sosialisasi ulang. Ini memang masih menjadi kenyataan di lapangan.

“Memang kita perlu mengingatkan dan mengedukasi ulang kepada para lansia yang masih enggan untuk divaksin. Para Camat, Kades, Babinsa atau Babinkamtibmas akan kita optimalkan keterlibatannya dalam memberi arahan.maupun edukasi, sehingga tidak ada lagi kesulitan ketika menjemput lansia untuk divaksin. Karena selama ini mereka mendapat berita-berita negatif atau hoax,” imbuh M. Ufiz.

‘One Gate System’

Untuk antisipasi kemungkinan buruk, lonjakan kasus Covid-19 di wilayah tertori tugasnya, maka Dandim 0716/Demak, akan menerapkanĀ  ‘One Gate System’ atau sistem satu pintu untuk warga keluar masuk desanya. Terutama untuk warga masyarakat yang ada di Kecamatan Karanganyar, yang wilayahnya berbatasan langsung dengan daerah Kudus.

“Keluar masuk masyarakat disana harus diatur. Dan, terutama dari desa-desa di Demak yang banyak terpapar itu adadi Kecamatan Karanganyar, seperti misal di Desa Ngemplik Wetan. Karena intensitas yang terkonfirmasi positif lumayan banyak,” tutur M. Ufiz.

Antisipasi Ruang Isolasi

Setiap desa dan kecamatan di Demak diharapkan untuk benar-benar segera menyiapkan ruang isolasi. Jika kemarin mungkin kurang fokus disitu, maka sekarang harus difokuskan.

“Karena memang kita sedang mengantisipasi lonjakan gelombang Covid-19 di Kabupaten Demak. Ini karena, Demak berbatasan dengan Kudus. Apalagi, banyak masyarakat kita yang mobilitasnya ke Kudus. Sekarang, kondisi di rumah sakit-rumah sakit Demak, seperi RSI NU dan RSUD Sultan Fatah, penuh,” ungkap Dandim.

Lebih.lanjut, Dandim menjelaskan penyiapan dan ketersediaan ruang isolasi ini sangat penting. Untuk di tingkat kabupaten, pemerintah Demak sudah menyiapkan antisipasinya di gedung BPKP dan di Wisma Hasanah.

IMG 20210604 WA0065

“Kita saat imi sedang berperang melawan Covid-19. Ini bukanlah tanggung jawan satgas saja, tapi seluruh masyarakat. Kedisiplinan masyarakat mematuhi protokol Covid adalah kunci keauksesan kita melawan Covid. Jika kita dan seluruh masyarakat mematuhi protokol, Insya Allah, Demak aman dan sehat,” pungkas Dandim 0716/Demak, Letkol Arh. M. Ufiz menutup penjelasannya.

 

Pewarta : Daniel

Pewarta: Supriyono / DSR_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *