Bagikan Takjil untuk Berbuka: IPI Semarang Gandeng Tujuh Padepokan

Jurnalis: Supriyono / DSR


PN _ Semarang, Jawa Tengah. Bhakti sosial (Bhaksos) berbagi takjil menjelang berbuka puasa dilakukam oleh Ikatan Paranormal Indonesia ( IPI ) Kota Semarang bekerja sama dengan Tujuh Padepokan. Ketujuh padepokam yg diganndeng IPI antara lain Nurul Hikmah (PNH) , Battra Supranatural Nusantara, Bengkel Rogo Jiwo, Persilatan Raga Jati, Budi Suci Lahir Batin , Padepokan Damar Kencono Nuswantoro, dan Padepokan Kala Badra Wangsa Warna. Bhaksos di sentralkan di depan Masjid Baiturahman Simpang lima Kota Semarang, Minggu (25/4/2021).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga jelang buka puasa difokuskan di beberapa titik ruas jalam, melibatkan pengurus dan anggota komunitas, yang merupakan bagian dari IPI Kota Semarang.

Baca Juga : Kampung Silat Jampang Gelar Bedah Buku dan Bagikan 100 Parsel Untuk Pelestari Budaya

Sasaran pembagian pada pengguna kendaraan roda dua dan empat, yang lewat depan ruas jalan yang sudah di tetapkan. Panitia juga berbagi takjil dengan menyusuri jalan dr. Sutomo, lalu bergerak ke jalan Menteri Supeno, terakhir finish di depan Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang.

Ketua IPI Kota Semarang, K.R. Zuhdi Prodjodiningrat, saat diwawancarai awak media usai pembagian takjil menjelaskan, selaku Ketua IPI, dirinya mengajak para anggota (ada tujuh padepokan), ikut bergabung dalam kegiatan peduli berbagi takjil di bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah.

Baca Juga : Pengamanan Musda Partai Nasdem Polres Purbalingga

Menurutnya tugas IPI, di bulan ramadhan, salah satunya mengamalkan ilmu dengan berbagi takjil yang sifatnya amal dan sosial.

“IPI bekerja sama tujuh sayap (padepokan yang merupakan anggota), kami gandeng jalan bersama dalam kegiatan ini agar terjalin rasa persatuan dan kesatuan serta kekeluargaan sesama anggota,” papar Zuhdi.

IMG 20210426 WA0005
Pembagian Takjil di Beberapa Titik

Dirinya akan selalu melakukan kegiatan yang sifatnya sosial  membantu masyarakat, maupun pemerintah sehingga IPI dikenal warga masyarakat kota semarang khususnya.

Baca Juga : Ajak Bakar Bendera Merah Putih Berkas Perkara FH Tahap II Dilimpahkan ke Kejari Jayapura

Zuhdi menambahkan, kegiatan peduli berbagi takjil, kedepannya akan dijadikan salah satu program tahunan yang di laksanakan setiap bulan ramadhan. Dirinya berharap, kedepannya IPI akan lebih baik, lebih guyup, rukun, serta mengedepankan  persatuan. Dirinya bersama semua anggota yang tergabung di IPI merasa senang, dapat berbagi pada masyarakat, sehingga dapat bermanfaat.

Sementara Ketua Battra Supranatural Nusantara Pusat, Pujo Jatmiko, S. Pd., mengungkapkan tujuan diadakannya kegiatan peduli berbagi takjil di bulan ramadhan 1442 H untuk menjalin tali silaturahmi dengan beberapa Padepokan yang tergabung dalam wadah Ikatan Paranormal Indonesia (IPI) Kota Semarang. Dengan menyatukan visi  dan misi kita untuk indahnya dalam berbagi.

Baca Juga : Pemkab Bogor Berikan Rantang Cinta Atau Rantang ASN

“Kami berharap kegiatan ini dilaksanakan secara rutin tiap tahunnya khususnya di bulan yang penuh berkah ini untuk berbagi manfaat, berbagi sehat dan berkah agar dimasa pandemi covid 19 ini bagi masyarakat bisa lebih dan lebih dalam menghadapi bulan ramadhan ini diberi kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Menurutnya, bagi Battra Supranatural Nusantara, kegiatan seperti ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya dibulan ramadhan.

Baca Juga : Polri Kerahkan 4.382 Pasukan Amankan KTT Asean 2021 di Jakarta

“Kita selalu bekerja sama dengan padepokan lain, dengan  perkumpulan kegiatan sosial lain, termasuk  internal dari Battra Supranstural Nusantara sendiri, juga melakukan kegiatan yang berbeda tentunya. Seperti pengobatan tradisional ataupun pengobatan alternatif khususnya bakti sosial juga kita adakan rutin baik di bulan  biasa maupun di bulan ramadhan ini,” terang Joon Genthong sapaan akrab Pujo Jatmiko.

IMG 20210426 WA0007
Suasana Pada Aaat Pembagian Takjil (Menu Buka Puasa) Kepada Masyarakat

Pujo juga bepesan, agar kita semua menghadapi pandemi saat ini, butuh imun yang kuat, dengan iman yang kuat semakin ditingkatkan, serta mentaati protokol kesehatan yang di terapkan pemerintah dan jalin persatuan, melestarikan budaya nasional agar tetap terjaga dengan baik sampai ke generasi berikutnya,” pungkas Joon Gentong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *