Bahas Hilirisasi, Tim 7 Jokowi Sambangi Desa Jagabita, Bakal Bangun Pangan Lokal

Boim

Bogor. penanews.net _ Jawa Barat. Melalui secangkir kopi di Coffee taheur tim kerja hilirisasi kedaulatan pangan dan sekjen posraya Indonesia tim 7 Presiden Joko Widodo sambangi Desa Jagabita Kecamatan Parungpanjang bertujuan membangun pertahanan pangan lokal.

Dalam momen tersebut di taman uson
taman edukasi pupuk organik (Tamson) Cofee Shop di Desa Jagabita Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, juga mendeklarasikan catur satya hilirisasi kedaulatan pangan, bersama pemudan dan elemen masyarakat setempat.

“Hilirisasi untuk proses kedaulatan pangan yang dimulai dari hulu sampai kehilir, yang dilakukan disini dari mulai menanam jagung hibrida sampai nantinya dijadikan pakan ternak,”kata Medisusanto ketua Posraya Indonesia Kecamatan Parungpanjang di Tamson dalam podcast Sabtu malam (15/6/24).

Medi menyebut, desa Jagabita akan menjadi percontohan hilirisasi untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal dan wilayah sekitar terhubung untuk menghadirkan peran Desa Membangun.

“Aktifitas obrolan sambil menikmati kopi taheur akan ditayangkan sebagai bentuk pocast yang bisa dipahami masyarakat luas lewat media sosial pemuda kreatif Parungpanjang,” katanya.

Dikesempatan itu, Seniman terkemuka Parungpanjang TB Ule Sulaeman biasa disapa Kang Ule dalam podcast narasi ngopi. Ia mengatakan, permasalahan Indonesia’ menjadi lebih santai tapinya lebih mengena.

“Malam itu Dian Sumarwan ikut ambil bicara bersama kang Uson pengelola Taman Uson. Apasih Hilirisasi itu menurut Posraya Indonesia kang Dian,” tukasnya.

Dalam pertukaran ide di tamson Jagabita tepatnya di Cofee Shop ala pedesaan dengan tanaman bambu asli, Kang Uson sampaikan kalau disana memproduksi pupuk cair, organik dan kompos dan itu bagian dari hilirisasi.

Menanggapi hal itu, Sekjen Posraya Indonesia tim 7 Jokowi Dian menerangkan, seperti keinginan Presiden Jokowi untuk terciptanya korporasi Rakyat mandiri, langkah adalah proses dari hulu kehilir dengan penopang adanya kekuatan industri dari masyarakat wilayah atau desa, diantaranya untuk stabilnya harga ayam dipasar perlu adanya industri pakan.

“Saya juga bersependapat yang dikatakan kang medi sebelumnya, untuk mengelola hasil pertanian jagung, kalau perlu bibit ayam, peternak ayam dan pupuk dari kemandirian masyarakat jadi sampai ke pembeli harga ayam dan telur terjangkau dan stabil,”paparnya.

Dalam pernyataan sikap bersama yang disertakan ditandatangani Camat Parungpanjang, Kepala Desa Jagabita, Perwakilan TNI POLRI, Karang Taruna, Pelaku Usaha, Tim Kerja Hilirisasi Kedaulatan Pangan Dan Sekjen Posraya Indonesia Tim 7 Jokowi.

Diantaranya :
1. Setia dan taat kepada Pancasila  dan Undang-Undang Dasar 1945
2. Setia kepada Negara dan Presiden Joko Widodo, dalam mewujudkan Persatuan Rakyat Ekonomi Mandiri
3. Menciptakan tata ruang dan tata kelola Hilirisasi Kedaulatan Pangan untuk kemajuan Bangsa dan kesejahteraan Rakyat
4. Saatnya kerja bersama tingkatkan ekonomi Rakyat, saat ini dan seterusnya  akan kami hadirkan dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk Indonesia Maju

Demikian pernyataan sikap kami sebagai bentuk kesetiaan kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *