oleh

Bantah Jadi Mafia Lintah Darat, Oknum Polisi di Biak Klarifikasi Soal Dugaan Pinjaman Dana Kampung

Biak Numfor, PenaNews.net — Anggota Kepolisian Resor (Polres) Biak Numfor berinisial MD akhirnya angkat bicara terkait isu miring yang menyeret namanya. Demi keterbukaan informasi, MD memberikan konfirmasi dan klarifikasi langsung kepada redaksi Pena News pada Jumat, 4 September 2026, Pukul.18:00.wit.

Langkah ini diambil MD untuk meluruskan narasi sepihak yang beredar luas di masyarakat mengenai dugaan praktik lintah darat kelas kakap yang dialamatkan kepada dirinya.

MD tidak menampik bahwa ia memang pernah meminjamkan sejumlah uang tunai kepada beberapa kepala kampung di Biak Numfor. Namun, ia menegaskan bahwa transaksi tersebut merupakan cerita lama.

“Itu sudah lama terjadi, sekitar tahun 2025 lalu. Jadi bukan aktivitas yang berjalan secara masif saat ini,” ujar MD kepada awak media.

Dalam kesempatan yang sama, MD bersama sala satu rekannya berinisial M, membantah keras dugaan terkait penerapan bunga gila-gilaan sebesar 100 persen, termasuk skema bunga berjalan bulanan yang dinilai mencekik para peminjam. Tak hanya soal bunga, ia juga meluruskan kabar burung mengenai penyitaan buku rekening kas kampung sebagai jaminan pinjaman.

“Dugaan penyitaan buku rekening kas kampung itu sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah menahan dokumen keuangan desa mana pun yang bisa membekukan pembangunan masyarakat,” tegasnya.

MD kemudian membeberkan fakta lain di balik kelebihan atau bunga dari hasil pinjaman yang disepakati sebelumnya. Menurutnya, dana tersebut sama sekali tidak digunakan untuk memperkaya diri sendiri atau mencari keuntungan pribadi.

Uang tersebut justru ia putar kembali untuk membiayai aksi sosial kemanusiaan secara mandiri. MD mengaku rutin menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat adat Biak Numfor yang kurang mampu, mulai dari wilayah daratan Biak hingga ke area kepulauan terpencil.

M meluruskan status MD di tengah masyarakat dengan menegaskan bahwa MD bukan lagi seorang pemberi pinjaman. M memuji kerendahan hati MD yang justru konsisten menyalurkan laba usahanya menjadi paket sembako gratis demi membantu kesejahteraan masyarakat sekitar.

“MD sudah lama tidak memberikan pinjaman… untung yang diperoleh justru dibagikan dalam bentuk sembako kepada masyarakat,” kata M.

Guna memperkuat pernyataannya, MD bersama rekannya M turut menunjukkan sejumlah bukti digital berupa rekaman video dan foto kepada jurnalis. Dalam dokumentasi tersebut, tampak jelas momen saat MD turun langsung ke lapangan membagikan paket sembako kepada warga kampung. Ia berharap publik bisa menilai persoalan ini secara objektif dan berimbang berdasarkan fakta riil di lapangan.

Meski MD telah memberikan bantahan dan menyertakan bukti dokumentasi sosial, kasus ini tetap memerlukan penyelidikan lebih mendalam dari pihak berwenang untuk memastikan kebenaran materiilnya. Dengan tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah, publik kini menanti langkah transparan dari Seksi Propam Polres Biak Numfor.