Banyak Sampah Menumpuk, DLH Mengaku Kekurangan SDM Dan Sarana Prasarana

BANYAK SAMPAH MENUMPUK, DLH MENGAKU KEKURANGAN SDM DAN SARANA PRASARANA

IMG 20201216 WA0028

Penulis : Fahry
Editor    : Redaksi

Penanews.my.id-Bogor, 16/12/2020, Jawa Barat. Tingginya volume sampah liar yang berserakan di sejumlah titik seperti sungai, jalan, pasar, hutan dan lainnya, serta ditambah sampah yang ada di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang telah tersedia, menyisakan sejumlah permasalahan.

Salah satunya seperti diungkapkan Benni Firmasyah, Kepala Unit Pasar Cicangkal Kecamatan Rumpin. Menurutnya, penumpukan sampah yang sering kali terjadi di pasar tersebut, karena terlambatnya pengangkutan sampah dari TPS sehingga terjadi penumpukan dan pembusukan sampah.

Baca Juga : https://penanews.my.id/berita/2505/kapolsek-bogor-barat-perintahkan-anggotanya-untuk-monitoring-penyaluran-bansos-tahap-4/

“Kami seringkali di komplain warga, akibat adanya bau busuk sampah. Padahal kami sudah berusaha kerjasama dengan DLH untuk pengangkutan 2 kali dalam seminggu. Tapi mang seringkali telat karena kata UPT DLH jumlah armada angkutan sampah kurang.” Ungkap Benni, Rabu (16/12/2020).

Pantauan media ini, penumpukan sampah di TPS atau di beberapa tempat lokasi pembuangan sampah liar, telah menyebabkan bau busuk dan merusak keasrian lingkungan. Penumpukan sampah terjadi akibat lemahnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan. Faktor lainnya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan minimnya sarana prasarana (Sarpras) yang dimiliki oleh dinas terkait dalam pengelolaan sampah.

Hal ini diakui oleh Trian Turangga, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor. Ia menuturkan, keterbatasan jumlah SDM dan sarpras tersebut membuat pihaknya belum mampu secara maksimal menangani masalah sampah liar. “Termasuk dalam menangani pola dan perilaku masyarakat yang belum sadar akan pentingnya menjaga alam dan tidak buang sampah sembarangan. Makanya kami juga lakukan penegakan hukum dan OTT bagi pembuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Trian Turangga mengungkapkan, sejak menjabat, dirinya juga terus mengintensifkan kerjasama dengan pihak desa dan kecamatan untuk penanganan masalah sampah liar. Ditegaskan olehnya, penanganan sampah liar tidak bisa dilaksanakan hanya oleh DLH atau Pemcam dan Pemdes saja.. “DLH saat ini hanya memiliki 200 truk sampah, 7 UPT dan1300 orang pekerja harian lepas (PHL),” ungkapnya.

Baca Juga : https://penanews.my.id/artikel/2498/sepucuk-surat-teruntuk-habibana-yang-terhormat/

Ia menambahkan, kerjasama yang telah dilakukan pihak DLH adalah dalam penanganan sampah eks banjir di Bojongkulur, Sukajaya, TPS liar di Cikalagan Cileungsi, Sukaraja, Citeureup, dan lain lainnya. “Kami juga bekerjasama dengan pemprov DKI Jakarta untuk pengangkutan sampah di sungai Kalibaru Timur, karena pihak DLH Kabupaten Bogor tidak punya excavator amphibi.” Pungkasnya.

IMG 20201216 WA0029

~ Pihak Unit Pasar Cicangkal menjelaskan penumpukan sampah yang sering kali terjadi di TPS pasar tersebut, disebabkan terlambatnya pengangkutan sampah oleh DLH. Sementara pihak DLH mengaku keterlambatan akibat kekurangan SDM dan sarana prasarana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *