Cerpen: AWAK KAPAL

Awak Kapal

Aku menatap langit yang berselimut awan kelam. Beberapa ABK menatap ke arahku, “Kita berlabuh?” tanya mereka.

Aku mengangguk yakin, lalu mereka bersorak gembira.

Ya, berlabuh memang hal yang diimpikan oleh mereka, 4 bulan lebih mereka berada di laut, dan selama itu pula mereka menahan libido.

Nampaknya, cuaca buruk melahirkan kebahagiaan kepada mereka, atau mungkin juga diriku.

“Lihat, mengapa nelayan itu masih melaut?” ucap salah satu ABK. Aku menoleh ke sisi lain, sebuah perahu nelayan bergerak menuju awan badai, perahu-nya kepayahan, sebab ombak sudah membesar (untuk ukuran perahu itu).

Di ujung sana, aku melihat ada sesuatu yang menjulang, berwarna hitam ke-abu-abuan, aku pikir itu adalah bukit cadas di sebuah pulau, ya, itu masuk akal, mungkin si nelayan menerjang ombak guna menepi di pulau cadas tersebut.

Pertanyaannya, apakah ia sudah mempertimbangkan itu?

Part 1.

IMG 20210923 WA0050
Fendi Franklin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *