Kotabaru, penanews.net – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aktivitas kapal cantrang di wilayah perairan kurang dari 12 mil kembali beredar. Dalam video tersebut, seorang nelayan menyampaikan keresahannya terkait dugaan aktivitas kapal yang disebut mendekati area rumpon milik nelayan kecil di sekitar perairan Pulau Sembar Gelang, Kabupaten Kotabaru.
Dalam rekaman itu, nelayan tersebut menyebut kapal yang diduga menggunakan alat tangkap cantrang terlihat menjauh ketika pemilik rumpon berada di lokasi. Namun, menurut keterangannya, kapal tersebut diduga kembali mendekati kawasan rumpon setelah nelayan meninggalkan lokasi.
“Ini kerjaannya seperti maling. Rumpon di sini banyak. Kalau kita di sini, dia menjauh,” ujar nelayan tersebut dalam video yang beredar.
Nelayan itu juga menyebut aktivitas kapal diduga berlangsung pada titik sekitar 4,27 mil dari lokasi yang disebutnya berada di wilayah perairan nelayan kecil. Ia menduga aktivitas tersebut perlu mendapat perhatian karena berada pada jarak yang menurutnya tidak diperuntukkan bagi kapal cantrang.
Dalam video tersebut, identitas kapal tidak terlihat secara jelas karena bagian nama kapal tampak tertutup. Kondisi tersebut membuat jenis dan identitas kapal yang terekam dalam video belum dapat dipastikan secara independen.
Saat dikonfirmasi, nelayan asal Pulau Sembilan, Jumansyah, membenarkan bahwa video tersebut dibuat olehnya pada Jumat (14/8/2026). Ia mengatakan kapal yang dimaksud diduga beroperasi sekitar empat mil dari perairan Pulau Sembar Gelang.
“Sudah banyak rumpon yang hilang di situ. Sudah berapa kali saya pasang rumpon di situ, selalu hilang,” kata Jumansyah kepada awak media melalui sambungan WhatsApp, Minggu (16/8/2026).
Jumansyah menambahkan, nama kapal yang terekam dalam video tidak terlihat dengan jelas. Ia menduga bagian identitas kapal sengaja ditutupi sehingga asal dan identitas kapal tersebut belum dapat diketahui. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.
Keluhan mengenai dugaan aktivitas kapal cantrang di wilayah perairan yang menjadi area tangkap nelayan kecil menjadi perhatian karena rumpon merupakan salah satu sarana yang digunakan nelayan untuk membantu menemukan lokasi berkumpulnya ikan. Hilangnya rumpon dinilai dapat berdampak terhadap aktivitas dan penghasilan nelayan setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) belum memberikan keterangan resmi terkait video tersebut maupun dugaan aktivitas kapal cantrang yang disampaikan nelayan.
(Aswad)





