oleh

Diduga Tidak Transfaran Pemdes Sipak di Grudug Warganya

Bogor. penanews.net _ Jawa Barat. Puluhan warga sipak beserta para tokoh mendatangi kantor Desa sipak kecamatan jasinga kabupaten Bogor. Untuk menuangkan aspirasinya terhadap pemerintahan Desa.

Diduga pemerintah desa (pemdes) tidak transfaran mengenai beberapa anggaran yang sudah di laksanakan serta di realisasikan oleh pemdes sipak di tahun anggaran 2021 lalu.

Warga menuntut serta mempertanyakan anggaran yang di peruntukan untuk satu unit mobil ambulance sebesar 250jt, namun anggaran tersebut tidak di belikan mobil ambulance buat masyarakat desa sipak, melainkan anggaran tersebut di alihkan ke tiga jalan lingkungan (jaling) yang berada di kp muncang Desa sipak.

Dan pengalihan anggaran tersebut tidak di ketahui oleh warga sipak serta tidak di setujuinya oleh pihak BPD Desa sipak, melainkan hanya pemerintah Desa tersendiri yang mengelola jaling, diduga pengalihan anggaran untuk sebuah mobil ambulance ke jaling tanpa adanya berita acara untuk pengalihan anggaran.

Selain warga mempertanyakan satu unit ambulance, wargapun mempertanyakan yang mendapatkan rumah tidak layak huni (rutilahu) bantuan dari propinsi maupun dari kabupaten yang tidak transfaran terhadap penerima manfaat rutilahu.

Dikarenakan bantuan dari pemdes diduga kurang maksimal, ketika penerima manfaat rutilahu mempertanyakan jumlah dari pemberian bahan material bangunan, namun tidak dapat mengetahuinya, melainkan hanya di beri bon kosong tidak terteranya jumlah angka di bon tersebut melainkan hanya banyaknya jumlah barang bahan bangunan dari matrial.

Sehingga pemerintah Desa siapak Diduga melanggar UUD NO 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Ketika warga mempertanyakan mobil ambulance yang di alihkan ke jaling kepada pihak pemdes, jawaban dari pemdes kurang memuaskan para warganya, sehingga terjadilah gejolak panas dengan warganya, sehingga aspirasi dari masyarakat di hentikan dan di bubarkan oleh aparat setempat, babinsa, babinkamtibmas, yang ikut menghadiri.

Warga mengatakan “kami disini untuk menyampaikan aspirasi terhadap kepala desa terkait masalah pengadaan 1 unit mobil ambulance desa, rutilahu, dan transfaransinya kepala Desa. Itu tiga point tuntutan kami” ucapnya. Senin, (17/1/22). Warga yang tidak di sebutkan namanya kepada awak media.

Masih kata, warga “sangat di sayangkan, baru satu point aspirasi warga yang baru di pertanyakan peruntukan 1 unit ambulan, namun sudah ricuh bergejolak antara pemdes dan warga, karena jawaban dari kepala desa kurang memuaskan kami, desakan warga terhadap persetujuan BPD yang tidak bisa terjawab” ujarnya.

Anggota BPD inisial (S) katakan “menyalurkan aspirasi dari masyarakat, kami BPD mempasilitasi di kantor desa, agar langsung menanyakan ke pihak pemdes, dengan adanya kurang kepuasan dari program pemerintah desa, mobil ambulance dan rutilahu. Kita sama sama minta kejelasan langsung dari pemdes. Namun kurang bisa diterima (kurang puas) kejelasan dari pemdes sehingga warga keburu emosi terhadap pemdes. Acara belum selesai langsung di bubarkan oleh pihak babinsa dan babinkamtibmas, agar tidak berkelanjutan emosi warga” ungkapnya.

Anggota BPD membeberkan dan membenarkan karena tidak adanya berita acara pengalihan yang di peruntukan mobil ambulan di alihkan ke jalan lingkungan serta RAB volume pengaspalan pun pihak BPD tidak mengetahuinya.

~ Kepala Desa Sipak. Kec. Jasinga. Kab. Bogor.

“tidak ada berita acaranya untuk pengalihan, kami tidak mengetahuinya, rab dan volume pengaspalanpun kami tidak tahu, katanya waktu itu sudah mengadakan rapat di MI matlaul anwar di muncang babakan, katanya masyarakat setuju untuk di alihkan ke jaling, cuman kita secara BPD bukti auntetiknya tidak ada, surat berita acaranya kan engga ada. Kami sudah rapat memang tidak setuju karna tidak tepat untuk di alihkan. Yang lebih tepat mobil ambulan karena kebutuhannya di pakai oleh masyarakat sedesa sipak. Untuk rutilahu kami duga memang ada indikasi, namun kami belum sepenuhnya tahu. Katanya Bon kosong dengan alasan surat jalan. Pinginnya masyarakat ada barang, ada nilai serta jumlah satuannya dan keseluruhannya, tapi disitu hanya barang dan tidak terteranya nilai dan jumlah” bebernya.

Awak media menghampiri Kepala desa sipak untuk dimintai keterangannya, namun kepela Desa, enggan mau di konfirmasi awak media dengan alasan “maaf pak masih emosi, kejadian tadi, belum bisa ngasih keterangan mohon maaf ” sambil merapatkan tangan salam. Tutupnya. Senin. (17/1/).

 

Pewarta : Dayat / Ades

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed