oleh

Dihantam Tiga Kali Banjir Dalam Satu Bulan, Petani Ikan Ciseeng Kelabakan

Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Lengkap sudah derita ribuan petani budidaya ikan hias dan konsumsi di wilayah Kecamatan Ciseeng terutama di Desa Babakan dan Desa Ciseeng.

Pasalnya, dalam kurun waktu 30 hari terakhir ini, kolam tambak budidaya ikan yang menjadi mata pencaharian sehari – hari hancur diterjang banjir selama tiga kali berturut – turut.

“Hancur sudah kolam tambak dan ikan ternak di kolam hanyut habis terbawa banjir. Entah harus bagaimana lagi saya memulai usaha ternak ikan,” ujar Arul (37) seorang petani ikan di Kampung Babakan Kulon Desa Babakan saat di temui wartawan, Selasa (12/8/2025).

Ia mengungkapkan, tiga kolam tambak milik nya hancur pada banjir pertama dan kedua. Lalu sempat diperbaiki, tapi bencana banjir ketiga terjadi kembali. “ikan habis, kolam tambak rusak, saat ini kami benar – benar kesulitan,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Gople, petani lainnya yang mengaku sudah sangat kebingungan dan kelabakan hadapi bencana banjir yang datang bertubi – tubi melanda lahan ternak budidaya ikannya.

“Modal habis, gagal panen dan belum pasti hingga kapan banjir ini berakhir. Kerugian yang kami alami sangat besar,” ucapnya dengan nada suara lemah.

Tak kalah memprihatinkan, seorang petani ikan yang terdampak banjir ketiga dan tak mau namanya ditulis mengaku rugi puluhan juta rupiah karena kolam tambak budidaya ikan gurame hancur terbawa dan terendam luapan banjir.

“Lebih dari 1.500 ekor ikan gurame saya hanyut terbawa arus banjir. Kolam ikan juga hancur. Kalau kerugian mencapai puluhan juta rupiah,” ucapnya lirih.

Tiga kali bencana banjir di wilayah Desa Babakan khususnya di sepanjang Kali Cibeuteung dipicu oleh adanya tanggul yang jebol akibat hujan deras yang turun Dalam waktu lama dan intensitas tinggi.

Ribuan tambak budidaya ikan hias dan konsumsi terdampak dan ribuan petani alami kerugian besar. Ditaksir jumlah total kerugian yang dialami para petani mencapai angka miliaran rupiah.

Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat saat ini tengah melakukan upaya awal penanganan tanggap darurat bencana. Namun cuaca ekstrem berupa hujan deras yang sering terjadi di wilayah ini menjadi kendala penanganan tersebut.

 

 

 

(BM / FHR)