Farisa Mempertanyakan Ketegasan APH POLRES Sampang

Sampang Penanews.netJawa Timur, korban penganiayaan Farisa (34 tahun), asal DSN Paleh Tengah, Desa Karang Nangger, Kec. Omben Kab. Sampang kejadian tersebut di alami pada hari sabtu sore sekitar jam 15:00 WIb tanggal 03 oktober 2021 tempat kejadian perkara di halaman depan rumah korban,
Diketahui, penganiayaan tersebut juga dialami Wahyu Aqnes Oktavia anak kandung Farisa yang berusia dibawah umur.

Dengan di dampingi keluarga korban mendatangi Mapolres sampang guna melaporkan kejadian yang menimpa farisa Sabtu (03/10/2021). Sesuai surat laporan polisi nomer : LP/B/216/X/2021/SPKT/POLRES SAMPANG/POLDA JAWA TIMUR, tanggal 03 Oktober 2021.

IMG 20211227 WA0057 1

Berdasarkan keterangan keluarga korban pelaku berjumlah 3 orang. Diketahui dari salah satu pelaku bernama, Poewo Rachmat yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumah korban.

Kepada awak media keluarga korban menyampaikan, sengaja saya lapor ke polres sampang dengan harapan mendapatkan keadilan yang sesungguh nya, pintanya.

Lebih lanjut, Keluarga korban mengatakan, sayangnya pihak penyidik Polres Sampang seakan sengaja tidak melakukan penahanan terhadap para pelaku selama 2 bulan lebih pasca laporan ke kepolisian. Sehingga para pelaku berkeliaran bebas didepan area rumah korban.

Menurutnya, pihak keluarga korban belum mendapat kejelasan dari penyidik Polres Sampang, apakah ada yang menjamin, sehingga para pelaku mendapat penangguhan penahanan dari kepolisian.

Selanjutnya, pada hari Senin (6 Desember 2021) pihak keluarga korban bersama wartawan mendatangi Polres Sampang untuk menanyakan perihal kasus yang dialami kedua korban, Farisa dan Wahyu Aqnes Oktavia.

Di Polres Sampang keluarga korban ditemui oleh penyidik Polres Sampang yang menangani perkara tersebut, atas nama, R. Sukardono.

Kepada keluarga korban, R. Sukardono menyampaikan, terkait penangan kasus pengeroyokan tersebut, pihak kepolisian Polres Sampang akan tetap menindaklanjutinya, dengan melakukan gelar perkara pada hari Rabu (08 Desember 2021).

Saat disinggung, kenapa Polisi tidak langsung menahan para tersangka, padahal saat korban melapor ke Polres Sampang, ada bukti visum dan keterangan saksi, namun polisi membiarkan kasus pengeroyokan terhadap korban sampai dua bulan lebih.” masih nunggu gelar perkara mas, dan nantinya pihak terlapor akan dipanggil,” terang R. Sukardono didepan wartawan.

Ditambahkan, setelah mendapat jawaban dari penyidik, pihak keluarga korban bersama wartawan meninggalkan Polres Sampang dan pulang ke rumahnya.Tutupnya.

 

 

Pewarta : Adi

Red05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *