Biak Numfor, Penanews.net – Pembukaan Festival Budaya Biak Melanesia 2026 di Kabupaten Biak Numfor berhasil mencatatkan prestasi lewat pemecahan Rekor MURI. Pencapaian ini mendapat perhatian sekaligus apresiasi mendalam dari tokoh besar masyarakat Papua, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si.
Sosok yang akrab disapa Kaka Besar ini merupakan putra asli Papua pertama dalam sejarah yang berhasil menyandang jenderal bintang tiga di Kepolisian Republik Indonesia. Pengabdiannya bagi bangsa sangat panjang, dengan jejak karier kepemimpinan yang kokoh. Paulus Waterpauw tercatat mengawali kiprah kewilayahannya sebagai Kapolda Papua Barat pertama (2014), kemudian dipercaya menjadi Kapolda Papua (2015), serta Kapolda Sumatera Utara (2017).
Dedikasi tingginya teruji ketika negara memanggilnya kembali untuk menjabat sebagai Kapolda Papua untuk kedua kalinya demi meredam dan memulihkan situasi saat terjadi kerusuhan besar pada tahun 2019 lalu. Setelah sukses menjaga stabilitas di tanah kelahirannya, ia dipromosikan menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri hingga akhirnya purnatugas dari kepolisian untuk menjalankan amanah birokrasi sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Papua Barat hingga berakhir pada 1 November 2023 (purna tugas kedinasan per 1 Januari 2024).
Saat ini, selain aktif mengemban posisi strategis dari Presiden RI sebagai Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Kaka Besar juga membuktikan bahwa belajar tidak mengenal batasan usia. Setelah berhasil menyelesaikan studi magister (S2) di Universitas Indonesia, ia kini tengah menempuh pendidikan Doktor (S3) di kampus yang sama untuk terus meningkatkan kapasitas akademisnya.
Melalui WhatsApp pribadinya, Paulus Waterpauw menyampaikan pesan humanis, Minggu, (18/10/2026). Anggota Komite Eksekutif Otsus Papua ini menyampaikan salam hangat dan rasa hormat yang mendalam kepada Bupati, Wakil Bupati, Plt. Sekda, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, serta seluruh tokoh adat dan pemuka masyarakat yang telah menyukseskan gelaran budaya akbar tersebut.
Sebagai pemimpin yang selalu menaruh perhatian besar pada pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Papua, Paulus Waterpauw memandang pencapaian Rekor MURI ini sebagai sebuah batu loncatan awal yang sangat baik. Namun, ia juga menitipkan catatan motivasi agar seluruh pihak tidak cepat berpuas diri pada level lokal saja.
“Sebagai motivasi awal, ini sangat bagus dan kaka pasti dukung penuh. Namun, perjalanan kita masih panjang untuk mengukir prestasi yang benar-benar spektakuler di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkap Kaka Besar, Paulus Waterpauw.
Menurut Anggota Komite Eksekutif Otsus Papua ini, tolak ukur keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika talenta-talenta muda asli Biak mampu tampil percaya diri dan diakui di ruang publik berskala global.
Baginya, standar penghargaan seperti MURI saat ini sudah mulai bergeser di mata publik karena dinilai terlalu dinamis dan mudah diperoleh oleh berbagai pihak.
Oleh karena itu, ia memberikan saran konkret kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Biak Numfor demi keberlanjutan kemampuan warganya.
“Saran saya, Pemda sebaiknya memberikan penghargaan (sertifikat atau bentuk apresiasi resmi) kepada setiap individu yang terlibat dalam acara tersebut. Ini penting sebagai bentuk labelling atau portofolio untuk peningkatan kapasitas dan kemampuan personal mereka ke depan,” tambahnya.
Mengakhiri tanggapannya, Paulus Waterpauw kembali menegaskan bahwa dorongan ini merupakan wujud rasa sayangnya yang mendalam kepada masa depan generasi muda tanah Biak. Ia berharap momentum FBBM 2026 menjadi titik balik lahirnya “Anak-Anak Biak” yang siap mengharumkan nama Papua dan Indonesia di mata dunia.
“Salam hangat untuk Bapak Bupati, Kadis Pariwisata, dan para tokoh di Biak. Mari kita jadikan ini langkah awal menuju prestasi yang jauh lebih besar,” pungkas Paulus Waterpauw.











