Fenomena Kegilaan Dalam Kewarasan

 

Bandung, penanews.net Jawa Barat- Sesungguhnya BAHLUL adalah nama seseorang yang dikenal sebagai orang “gila” di zaman Harun Al-Rasyid (Dinasti Abasiyah).

Pada suatu hari, Harun Al-Rasyid lewat di suatu pekuburan, dilihatnya Bahlul sedang duduk di sana.

Berkata Harun Al-Rasyid :
“Wahai Bahlul, kapankah kamu sembuh dari gila?”

Mendengar itu Bahlul beranjak dari tempatnya dan naik ke atas pohon, lalu dia memanggil Harun Al-Rasyid dengan sekuat suaranya dari atas pohon :

“Wahai Harun yang gila, kapankah engkau akan sadar?”

Maka Harun Al-Rasyid menghampiri pohon dengan menunggangi kudanya dan berkata : “Siapa yang gila, aku atau engkau yang selalu duduk di kuburan?”

Bahlul :
“Aku berakal dan engkau yang gila.”

Harun : “Bagaimana itu bisa?”

Bahlul :
“Karena aku tahu bahwa istanamu akan hancur dan kuburan ini akan tetap ada. Maka aku memakmurkan kubur sebelum istana, dan sebaliknya engkau memakmurkan istanamu sampai-sampai engkau takut untuk dipindahkan dari istanamu ke kuburanmu, padahal engkau tahu bahwa kamu pasti akan masuk ke dalam kubur. Maka katakan wahai Harun siapa yang gila di antara kita?”

Bergetarlah hati Harun Al Rasyid, lalu menangis dengan tangisan yang sampai membasahi jenggotnya. Lalu Harun Al Rasyid berkata : “Demi ALLAH engkau yang benar, tambahkan nasihatmu untukku wahai Bahlul”.

Bahlul : “Cukup bagimu Al-Qur’an maka jadikanlah pedoman rumus kehidupan

Allah berfirman:

هٰذَا بَصَآئِرُ لِلنَّا سِ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ

“(Al-Qur’an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”
(QS. AL-Jaziah 45: Ayat 20)

Harun : “Apa engkau memiliki permintaan wahai Bahlul? Aku akan penuhi”.

Bahlul : “Iya aku punya 3 permintaan. Jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu”.

Harun : “Mintalah”

Bahlul : 1. “Tambahkan umurku”.

Harun : “Aku tidak mampu.”

Bahlul: 2. “Jaga aku dari Malaikat maut”.

Harun : “Aku tidak mampu.”

Bahlul: 3. “Masukkan aku ke dalam surga dan jauhkan aku dari api Neraka”.

Harun : “Aku tidak mampu”.

Bahlul : “Ketahuilah bahwa engkau dimiliki dan bukan pemilik (Allah),
maka aku tidak perlu padamu”.

SUMBER DARI :- KITAB عقلاء ﺍﻟﻤﺠﺎﻧﻴﻦ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *