oleh

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Kotabaru Gelar Salat Istisqa

Kotabaru, penanews.net – Menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih, ribuan masyarakat Kabupaten Kotabaru mengikuti salat istisqa untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Siring Laut, Rabu (30/9/2026), dengan melibatkan pemerintah daerah, Kementerian Agama (Kemenag), jajaran Forkopimda, santri, pelajar, dan masyarakat umum.

Ribuan peserta tampak memadati kawasan Siring Laut untuk mengikuti salat istisqa dengan khusyuk. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual memohon hujan, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, menyucikan hati, dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, menyampaikan bahwa pelaksanaan salat istisqa merupakan bentuk kesadaran manusia atas keterbatasan dan ketidakberdayaan dalam menghadapi kondisi alam, sehingga sudah sepatutnya manusia bersimpuh dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

“Salat istisqa ini menandakan kelemahan dan ketidakberdayaan kita sebagai manusia. Kita memohon kepada Allah SWT agar kemarau panjang ini segera diakhiri dengan turunnya hujan,” ujarnya.

Syairi juga mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, serta menjaga hubungan dengan lingkungan.

Menurutnya, selain melalui doa, pemerintah daerah juga terus melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, dan PDAM, pemerintah daerah telah memberikan pelayanan distribusi air bersih menggunakan armada mobil tangki. Upaya tersebut turut dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak swasta guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Syairi menambahkan, pemerintah daerah juga merencanakan penambahan sumber air baku pada 2027. Langkah tersebut dinilai penting karena sejumlah waduk yang selama ini menjadi sumber air, seperti Gunung Ulin, dan Tirawan, belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat kemarau panjang.

“Ketika kemarau, waduk yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan. Karena itu, kita harus mempunyai waduk darurat. Kemarin sudah berkoordinasi dengan STC, ada bekas lubang tambang yang usianya hampir tiga tahun, yang akan kita manfaatkan dengan pengolahan air untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat saat musim kemarau,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru, Nur Zazin menyampaikan bahwa salat istisqa merupakan tuntunan Rasulullah SAW ketika umat menghadapi kondisi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.

Ia menjelaskan, salat istisqa menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan hanya kepada Allah SWT tempat memohon pertolongan.

Nur Zazin berharap hujan segera turun di wilayah Kabupaten Kotabaru dengan membawa keberkahan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tidak menimbulkan dampak yang merugikan.

“Semoga Allah memberikan berkah dan menurunkan hujan, khususnya di Kotabaru, sehingga bermanfaat dan tidak membawa mudarat. Dengan demikian, kehidupan masyarakat bisa kembali normal,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan salat istisqa ini, pemerintah daerah bersama masyarakat berharap kemarau panjang segera berakhir. Di sisi lain, upaya pemenuhan kebutuhan air bersih dan pengembangan sumber air baku diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi musim kemarau berikutnya.

(Aswad)