oleh

Kades Sukamulya Sampaikan Aspirasi Warga Terkait Konflik Lahan Ke Gubernur Jabar

Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., yang akrab disapa KDM, menerima langsung aspirasi masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, terkait konflik lahan dengan TNI Angkatan Udara. Pertemuan berlangsung di sela-sela kegiatan “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” di Lapangan MACESA, Desa Parung Panjang, Sabtu (12/7/2025).

Video Pada Saat Kepala Desa Sukamulya dan Koordinator FMDS:

 

Dalam acara yang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sosial dua hari tersebut, KDM didatangi Kepala Desa Sukamulya Ikhwan Nur Arifin bersama Koordinator Forum Masyarakat Desa Sukamulya, Junaedi. Keduanya menyampaikan keluhan masyarakat soal klaim sepihak atas lahan seluas 1.000 hektare yang telah lama dikelola warga.

Kepala Desa Ikhwan menjelaskan bahwa lahan yang disengketakan kini tercatat dalam Inventaris Kekayaan Negara (IKN) dengan nomor register 50503007 dan 50503008 atas nama TNI AU/Lanud Atang Sanjaya. Padahal, menurutnya, lahan tersebut sudah digarap oleh warga secara turun-temurun sejak sebelum Indonesia merdeka.

“Sejak dulu warga kami tinggal dan bercocok tanam di atas lahan itu. Tapi tiba-tiba diklaim sebagai milik negara oleh TNI AU. Ini menimbulkan keresahan yang berkepanjangan,” ujar Ikhwan kepada Gubernur.

Ikhwan menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari kejelasan hukum, mulai dari melapor ke Pemkab Bogor, BPN, DJKN, hingga Kantor Staf Presiden. Bahkan pada tahun 2012 pernah dilakukan verifikasi lapangan oleh tim gabungan dari berbagai instansi, namun hasilnya tak kunjung jelas.

“Kami tidak menolak kehadiran negara, apalagi institusi pertahanan. Tapi kami ingin kepastian hukum. Jangan sampai rakyat dikorbankan demi klaim administratif yang tidak sesuai dengan fakta sejarah di lapangan,” tegas Ikhwan Nur Arifin.

Menanggapi hal itu, Gubernur KDM menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius. Ia menyatakan akan mempelajari persoalan secara menyeluruh dan berencana menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan perangkat desa dan instansi terkait.

“Saya akan pelajari dulu duduk persoalannya secara menyeluruh. Masalah ini tidak bisa dilihat sepotong-sepotong, dan saya pastikan akan menjadwalkan pertemuan dengan pihak desa untuk membahas ini lebih lanjut,” kata KDM.

Gubernur juga menanggapi aksi jalan kaki sejumlah warga Sukamulya dari Bogor ke Bandung sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap semangat warga, namun meminta mereka untuk tidak melakukan aksi yang terlalu ekstrem.

“Saya sangat menghargai perjuangan dan semangat warga. Tapi saya tegaskan, tidak perlu berjalan kaki jauh-jauh. Jika waktunya tepat, saya pasti akan menerima dan mendengar langsung aspirasi mereka,” pungkasnya.