Kampung Adat Banceuy Tradisi Yang Tetap Lestari

penanews.net _ Subang, Jawa Barat- Menjelang pergantian tahun baru Islam 1Muharram 1442 H hari rabu 4 Agustus 2021 ,warga kampung adat banceuy desa sanca kecamatan Ciater menggelar acara Ruwatan Bumi.

Ruwatan berasal dari kata bahasa sunda yang memiliki arti rawat atau merawat.
Ruwatan Bumi kampung Adat Banceuy dilaksanakan pada setiap hari rabu akhir bulan rayagung atau bulan Dzulhijjah dan menjelang tahun baru Islam.

 

Rangkaian acara Ruwatan Bumi yang sudah dilaksanakan lebih dari 100 tahun ini dimulai dengan pagelaran berbagai pertunjukan seni buhun seperti menampilkan berbagai kesenian khas seperti Kalegonje. yaitu tarian yang menggambarkan masyarakat Banceuy jaman dulu yang biasa mengambil air dari mata air menggunakan alat dari bambu yang bernama Kele.

IMG 20210816 WA0115
Kemudian ada ritual ngarajah sebagai tanda dimulainya heleran ,inti dari heleran adalah ngarak panganten Dewi Sri ,dalam heleran juga turut diarak saung sanggar berupa empat ikatan padi yang diusung.

Pada kesempatan acara Ruwat Bumi kemarin ,kampung Adat Banceuy menyelenggarakan acara Ruwat Bumi dilaksanakan dengan sangat sederhana karena mematuhi aturan pemerintah terkait PPKM ,walaupun demikian acara tetap berlangsung dengan khidmat ,dengan prosesi acara dimulai dengan pemotongan hewan kerbau atau munding yang disebut Numbal,numbal merupakan acara inti dari Ruwatan Bumi tersebut,dilanjutkan dengan pembuatan aneka makanan dan sebagainya untuk prosesi adat yang sudah sejak lama mereka lakukan ,tidak mengenal usia baik mereka yang muda maupun yang tua ,laki-laki ataupun perempuan bergotong-royong bahu-membahu mengerjakan semua keperluan untuk terselenggaranya Ruwatan Bumi tersebut,sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing ,dari mulai membuat aneka dekorasi kampung hingga olahan makanan sampai penggalangan dana.

IMG 20210816 WA0113
Prosesi dilanjutkan dengan tarian seni buhun Gembyung sebagai penghormatan kepada leluhur.
Dalam kesempatan tersebut hadir para tamu undangan yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Subang ,para wartawan dari daerah maupun luar daerah ,para jajaka dan mojang subang ,juga turut hadir para mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di Kampung Adat Banceuy,terdiri dari Universitas Subang (UNSUB) dan Institut seni budaya Indonesia(ISBI) juga dari UIN Bandung, mereka turut meramaikan dan memeriahkan serta mengapresiasi kepada warga Banceuy yang telah mampu mempertahankan adat budaya serta tradisinya.

IMG 20210816 WA0116
Kegiatan Ruwatan Bumi yang konsisten diselenggarakan oleh Kampung Adat Banceuy sangat potensial dimata pemerintah yang sedang serius dalam pengembangan pariwisata,konsistensi dalam pelestarian budaya yang telah dilakukan oleh masyarakat Banceuy pada akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakatnya.

Terkait hal ini Kampung Adat Banceuy memiliki destinasi wisata alam berupa beberapa curug(air terjun) dan leuwi lawang disebut juga Green Canyon nya kota subang.

Mudah-mudahan pemerintah Subang dapat memprioritaskan tempat wisata yang ada di Kampung Adat Banceuy ini ,sehingga dapat menarik wisatawan Domestik maupun manca negara lebih banyak lagi.

Pewarta Biro Subang : Indriani

IMG 20210728 WA0077

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *