Kota Sukabumi, penanews.net _ Jawa Barat. Atas arahan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., Satuan Samapta Polres Sukabumi Kota melaksanakan pengamanan Salat Tarawih di sejumlah masjid selama bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia berharap sinergi antara kepolisian dan warga terus terjalin demi terciptanya suasana kondusif di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.
Salah satu pengamanan dilaksanakan di Masjid Agung Alun-Alun Kota Sukabumi pada Jumat malam (20/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh KBO Samapta Ipda Taufik Komarudin, S.H., M.H., yang memastikan jalannya ibadah berlangsung tertib dan lancar.
Ipda Taufik Komarudin menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di area masjid merupakan wujud pelayanan humanis Polri. Menurutnya, personel tidak hanya melakukan penjagaan di pintu masuk dan halaman masjid, tetapi juga mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi guna mencegah kemacetan dan potensi gangguan keamanan.
“Pengamanan ini bertujuan agar para jamaah dapat datang dan kembali ke rumah dengan aman tanpa hambatan,” ujar Ipda Taufik kepada awak media usai pelaksanaan Salat Tarawih.
Sementara itu, Kasat Samapta AKP Agus Suhendar menyampaikan bahwa pengamanan Salat Tarawih merupakan agenda rutin yang selalu ditingkatkan setiap Ramadan. Menurutnya, peningkatan pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas di sekitar tempat ibadah.
Selain melakukan penjagaan, personel Sat Samapta juga memberikan imbauan secara persuasif kepada masyarakat, khususnya remaja dan anak-anak, agar tidak menyalakan petasan atau mercon yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah serta membahayakan keselamatan.
Petugas turut mengingatkan warga untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebisingan maupun kerumunan yang dapat menghambat jalannya Salat Tarawih berjamaah. Pendekatan dialogis dilakukan dengan menyapa jamaah dan pengurus masjid guna membangun kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban selama Ramadan.
Salah seorang warga Gunung Parang, Agus, mengaku menyambut positif kehadiran polisi di tengah kegiatan ibadah. Ia menilai pengamanan tersebut membuat jamaah merasa lebih tenang, terutama bagi orang tua yang membawa anak-anak untuk beribadah pada malam hari.
Agus berharap seluruh rangkaian ibadah Ramadan di wilayah Kecamatan Lembursitu dapat berlangsung aman, tertib, dan khusyuk. Ia juga berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus terjaga demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
Boim





