Kegelisahan Hati

KEGELISAHAN HATI

Kegelisahan hati terkait tragedi tewasnya 6 laskar FPI di Km 50 Tol Cikampek pada tgl 7 Desember 2020 tak jua hilang.
Airmata dan doa yang tercurah tak jua menjawab tanya hati mengapa harus terjadi.

Saling menduga dan saling menuduh menjadikan negri ini semakin asing bagi anak negri sendiri.

Gelisah hati ini tidak sendiri, ada banyak hati yang terluka, sedih dan marah. Tapi entah kemana harus mengadu, kemana harus mencari jawab.

Kepada pengayom masyarakat, tampaknya mereka hanya siap mengokangkan senjata.
Kepada wakil rakyat di gedung Dewan tampaknya sebagian besar mereka sudah membisu.
Kepada penegak hukum, kami sulit meraba2 entah dimana kaki mereka dipijakkan.

Tapi diam bukan solusi, hanya membuat kedhaliman semakin kuat mencengkeram.
Bergerak melawan kedhaliman wajib dilakukan, demi kebaikan banyak orang yang ada dinegri ini.

Jangan pernah sepelekan sebuah perlawanan sesederhana apapun itu, karena tetap lebih baik daripada diam dan membisu.

Ada sebuah gerakan yang dihimbau oleh Aliansi NKRI Harga Mati dari Surabaya, yang dilaunching pada tanggal 17 Des 2020.
Yaitu gerakan menampilkan foto di medsos masing2 sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan.

Foto dalam balutan busana nasional negri ini, batik. Dengan ekspresi perlawanan berupa mengangkat 2 tangan keatas dengan 2 telapak tangan yang saling berdekatan dan 2 jempol diacungkan.
Atau dengan poster2 sebagai pengganti kata2 yang mengganjal dalam dada.
Kita tetap bisa bersuara walau tanpa kata yang diucapkan.

IMG 20201218 WA0107

Surabaya. 17 Desember 2020.
Mila Machmudah / Aliansi NKRI Harga Mati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *