oleh

Kondisi Jalan Raya Dago Memprihatinkan, Warga dan Kades Desak Perbaikan Segera

Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Kondisi Jalan Raya Dago yang menghubungkan Kecamatan Parungpanjang, Rumpin dan Cigudeg, tepatnya di wilayah Desa Dago, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kian hari semakin memprihatinkan. Akses utama yang seharusnya menopang mobilitas antarwilayah justru berubah menjadi kubangan besar saat musim hujan, sehingga menimbulkan keresahan bagi para pengguna jalan.

Sejumlah pengendara motor dan mobil harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan rusak yang penuh lubang dan genangan air. Yusuf (45), warga sekitar, mengaku hampir setiap hari menyaksikan pengendara terjebak di lubang atau bahkan terjatuh. “Kalau hujan, jalan jadi kayak kubangan kerbau. Licin dan dalam lubangnya. Sudah banyak yang jatuh,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (22/7).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Kepala Desa Dago, Muhdom. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah terjadi cukup lama namun belum pernah mendapat penanganan yang serius dari pemerintah. “Setiap Musrenbang tingkat Kecamatan selalu kami sampaikan, tapi tak kunjung ada realisasi. Seolah-olah jeritan warga ini tidak didengar,” ucapnya kecewa.

Muhdom menambahkan, beberapa waktu lalu ada pengendara motor yang mengalami kecelakaan akibat terperosok lubang di jalan. Untuk menghindari hal serupa, pihak desa bersama warga telah melakukan penimbunan sementara dengan batu makadam secara swadaya. “Ini bukan solusi jangka panjang, tapi minimal mengurangi risiko kecelakaan,” jelasnya.

Menurutnya, sebagai kepala desa, ia merasa miris karena kondisi jalan lingkungan yang dikelola desa justru lebih baik dibandingkan jalan kabupaten yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR. “Kami bisa membangun jalan lingkungan dengan baik, kenapa jalan kabupaten dibiarkan rusak? Ini sudah tidak masuk akal,” ujarnya dengan nada geram.

Warga Desa Dago kini berharap Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Dinas PUPR dan UPT wilayah terkait, segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut. Mereka menilai kerusakan jalan bukan hanya berdampak pada kenyamanan, tapi juga membahayakan keselamatan dan menghambat aktivitas ekonomi maupun pendidikan.

“Kami tidak menuntut jalan mulus seperti tol, yang penting bisa dilalui dengan aman. Apalagi ini akses utama ke Rumpin, Parungpanjang, dan Cigudeg. Setiap hari dilalui anak-anak sekolah, pedagang, dan masyarakat umum,” tambah Muhdom.

Hingga berita ini diterbitkan, warga bersama pemerintah Desa Dago masih terus melakukan penanganan darurat secara swadaya. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pihak berwenang agar perbaikan jalan segera dilakukan sebelum ada korban jiwa akibat kondisi jalan yang semakin memburuk.

 

(Boim)