Jakarta, penanews.net – Koperasi Jasa Komando Merah Putih 08 DPD Jawa Barat secara resmi menginisiasi program hilirisasi limbah kelapa untuk dikembangkan menjadi Program Nasional, melalui kerja sama strategis dengan Asosiasi Forum BUMDES Indonesia dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor Sekretariat Asosiasi Forum BUMDES Indonesia, kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/12/2025).
Ketua Koperasi Jasa Komando Merah Putih 08 DPD Jawa Barat, Ardhi Supriyanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan pengembangan pengolahan limbah kelapa agar memiliki nilai tambah ekonomi yang signifikan.
“Program ini adalah upaya konkret untuk mengubah limbah kelapa menjadi produk jadi yang bernilai tinggi, baik untuk pasar lokal maupun ekspor,” ujar Ardhi Supriyanto usai penandatanganan MoU.
Ia merinci, komoditas limbah kelapa yang dikembangkan meliputi:
• Ampas kelapa,
• Kulit ari kelapa yang diolah menjadi minyak,
• Batok kelapa menjadi arang dan briket,
• Serabut kelapa yang diolah menjadi cocobristle, cocofiber, cocopeat, serta berbagai produk turunan lainnya.
“Selama ini limbah kelapa sering dianggap tidak bernilai. Padahal, jika dikelola dengan baik, justru dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Telah Berjalan di Jawa Barat, Libatkan UMKM Baru. Ardhi juga menyampaikan bahwa saat ini, di bawah naungan Koperasi Jasa Komando Merah Putih 08 DPD Jawa Barat, telah berdiri sekitar 12 lokasi pengolahan limbah kelapa yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi Jawa Barat.
“Program ini sudah berjalan dan terbukti mampu memunculkan UMKM baru serta membuka lapangan kerja di tingkat lokal,” jelasnya.
Keberhasilan tersebut menjadi dasar untuk memperluas cakupan program agar dapat diterapkan secara nasional.
(Aswad)





