KPAI: Anak Harus Senantiasa Sehat Dan Terlindungi dari Wabah Covid-19

PN. Bogor, Jawa Barat. Dengan meningkatnya penyebaran Covid-19 di wilayah Bogor Kota, Komisi Pelindungan Anak Indonesi (KPAI) Bogor Kota menyampaikan pernyataan dukungan dan himbauan khususnya untuk kepentingan terbaik bagi anak.

Komisioner Bidang Pendidikan Anni Farhani, S.Pd.I KPAI Bogor Kota mendukung berbagai kebijakan Pemerintah Kota Bogor dalam pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat kepada seluruh masyarakat Kota Bogor.

“Kami pun mendukung berbagai upaya Pemerintah Kota Bogor dalam pencegahan penularan Covid-19 terhadap anak melalui imunisasi, vaksinasi serta tindakan medis lainnya yang terukur, aman dan tepat sasaran bagi kepentingan anak,” ucap Anni kepada awak media belum lama dikantor KPAI Bogor Kota yang beralamat di Jalan Raya Pajajaran no.10 Mesjid Raya Bogor.

Ia mengatakan, KPAI juga menyetujui penundaan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM)
untuk seluruh jenjang pendidikan baik pendidikan formal maupun nonformal. Katanya

“PTM sebaiknya ditunda demi kesehatan dan keselamatan anak bangsa,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa sanya dalam menjalankan kehidupan saat yang sedang mengalami cobaan wabah penyakit sebaiknya peran serta orang tua lebih tinggi dalam memperhatikan segala aktivitas fisik anak di luar rumah, artinya ketika bermain anak jangan terlalu dibebaskan sebaiknya harus menerapkan pemahaman dalam situasi kondisi saat ini, sehingga anak bisa betul-betul memahaminya. Ada beberapa hal yang sebaiknya sama-sama saling memperhatikan oleh kedua orang tuanya, diantaranya:
1. Anak tetap di rumah.
2. Perhatian dan kontrol orang tua terhadap anak lebih di tingkatkan.
3. Memperhatikan asupan gizi untuk imunitas tubuh.
4. Ikut vaksinasi untuk anak yang sudah berusia 12 tahun ke atas. Jelasnya

KPAI Kota Bogor sangat berharap dan sangat mendukung apabila di rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan, ada penyediaan ruang isolasi khusus anak-anak.

“Rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan lainnya, harus memisahkan ruangan rawat atau isolasi anak dengan orang dewasa,” terang Anni

Selain itu, dia pun mengimbau kepada masyarakat dan pihak lainnya untuk tidak melibatkan anak-anak dalam kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan termasuk tidak membawa anak-anak ke pusat-pusat pembelanjaan, pasar, objek wisata dan ruang keramaian publik lainnya. Tandasnya

“Asupan anak yang bergizi dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, juga harus diperhatikan para orang tua. Interaksi anak di lingkungan rumah masing-masing termasuk dengan smartphone juga harus didampingi orang dewasa serta jangan biarkan anak bermain di tempat ¬†atau taman hiburan publik,” tegasnya.

Komisioner Bidang Pendidikan sangat berharap Hak anak yang paling dasar adalah mendapat jaminan keluarga, kesehatan, pendidikan, bermain, dan standar hidup yang jauh dari pengabaian maupun kekerasan.

Hak ini harus mempertimbangkan kebutuhan anak yang harus diseusaikan seiring pertambahan usianya.
Kemudian 2 hal yang paling penting di saat pandemi ini adalah pemenuhan hak kesehatan dan pendidikan, Peran orang tua menjadi hal utama agar tetap terus dapat mendampingi anak-anak agar senantiasa berupaya memenuhi kebutuhan gizi sehingga akan tetap sehat serta dalam hal pendidikan dapat menumbuhkan karakter yang lebih baik dalam menyiapkan anak untuk memperoleh pendidikan tambahan di luar sekolah formal pada situasi sekarang. Semoga situasi ini cepat berlalu, dan bisa kita semua dpt melewati ini dengan penuh kesabaran, harap Anni.

 

Pewarta : Y2Z

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *