Majene, penanews.net – Terjadi lonjakan signifikan jumlah penumpang kapal KM Sabuk Nusantara 93 (Tol Laut) pada arus balik Lebaran. Kapal tersebut dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Passarang, Majene, menuju Pelabuhan Silopo, Sulawesi Barat, sebelum melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Stagen, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.
Kapasitas angkut KM Sabuk Nusantara 93 tercatat sebanyak 450 penumpang. Untuk menjaga keselamatan dan ketertiban, pembagian kuota tiket dilakukan di dua pelabuhan, yakni 300 tiket dijual di Pelabuhan Majene dan 150 tiket di Pelabuhan Silopo.
Penjualan tiket di Pelabuhan Majene telah dibuka sejak Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Namun, tingginya minat masyarakat membuat tiket habis terjual dalam waktu singkat. Penumpang yang tidak mendapatkan tiket kemudian diarahkan untuk membeli tiket di Pelabuhan Silopo.
Petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kabupaten Majene, T. Manurung, menyampaikan bahwa lonjakan ini diperkirakan sebagai puncak arus balik Lebaran.
“Penumpang sudah dinaikkan ke atas kapal sebanyak 300 orang, dan tiket terjual habis sesuai kuota. Sisanya, sebanyak 150 tiket akan dijual di Pelabuhan Silopo,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Majene, Gisman, mengimbau seluruh penumpang untuk mematuhi aturan keselamatan pelayaran yang telah ditetapkan.
“Kami menghimbau kepada penumpang agar menaati ketentuan yang berlaku. Jangan membawa barang yang mudah terbakar atau meledak, karena hal tersebut dapat memicu kecelakaan di laut,” tegasnya.
Salah satu penumpang, Mail, berharap adanya penambahan kuota tiket khususnya di Pelabuhan Majene saat musim mudik dan arus balik Lebaran.
“Untuk Majene kuotanya hanya 300. Mungkin bisa ditambah hingga 400 agar semua penumpang bisa terakomodir. Kasihan penumpang yang datang dari jauh seperti Tappalan dan Pinrang jika tidak mendapatkan tiket,” ungkapnya.
Lonjakan penumpang ini menunjukkan tingginya kebutuhan transportasi laut pada momentum arus balik Lebaran, khususnya di wilayah Sulawesi Barat menuju Kalimantan Selatan. Pemerintah diharapkan dapat mengevaluasi dan menyesuaikan kapasitas layanan guna mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang di masa mendatang.
(Aswad)







