Kotabaru, penanews.net – Kalimantan Selatan. Kondisi Pelabuhan Marabatuan di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, seluruh lampu penerangan jalan di pelabuhan tersebut sudah lama tidak berfungsi, sehingga menimbulkan keresahan bagi penumpang kapal, terutama saat malam hari.
Kerusakan lampu penerangan di pelabuhan itu diperkirakan sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun. Dalam rentang waktu tersebut, tidak ada tanda-tanda perbaikan atau perhatian serius dari pihak berwenang, yang seharusnya menjamin keselamatan pengguna pelabuhan.
Ketiadaan penerangan membuat para penumpang was-was saat melewati dermaga, karena pandangan menjadi terbatas, terlebih saat malam hari atau cuaca buruk. Tak jarang barang bawaan mereka tercecer, bahkan tidak sedikit yang khawatir akan terjatuh ke laut karena tidak melihat batas dermaga dengan jelas.
Saat awak media melakukan pemantauan langsung di lokasi pada Minggu malam (27/7/2025), bersamaan dengan keberangkatan KM Sabuk Nusantara 111 menuju Pelabuhan Batulicin, terlihat bahwa satu pun lampu jalan tidak menyala. Satu-satunya cahaya yang tampak hanyalah dari lampu kapal, bukan dari fasilitas pelabuhan yang seharusnya tersedia.
Selain itu, kondisi fisik instalasi penerangan pun memprihatinkan. Kotak penyimpanan aki yang merupakan bagian dari sistem penerangan terlihat sudah mengalami korosi parah. Sebagian kotak bahkan telah kosong dan tampaknya tak terurus sama sekali.

Jupri, salah satu petugas pembantu di pelabuhan, mengaku sangat kesulitan saat menangani proses sandar kapal akibat minimnya penerangan. “Kapal KM Sabuk Nusantara 93 pernah sandar pukul 04.00 WITA subuh. Saya benar-benar kesulitan. Senter yang saya pakai sering mati, dan kalau sedang hujan, kapal makin susah untuk sandar dengan aman,” keluhnya.
Warga dan penumpang berharap besar kepada pihak terkait agar segera memperbaiki fasilitas penerangan tersebut. Mereka meminta agar lampu pelabuhan diaktifkan, setidaknya pada saat kapal sandar atau berangkat. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan nyawa para pengguna jasa pelabuhan.
(Aswad)





