Masyarakat Desa Karpote Kecamatan Blega Adakan Audensi Ke Kejaksaan Negeri Bangkalan, Ada Apa?

Bangkalan. penanews.net _ Jawa Timur. Masyarakat Desa Karpote Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Bangkalan sekitar 20 orang yang diketuai oleh Syamsul Arifin untuk melakukan audensi terkait permasalahan anggaran pembangunan jembatan pada tahun 2019 dan dugaan munculnya SPJ tahun 2020 di Desa Karpote Kecamatan Blega.Kamis (16/9/2021) Pukul 11.38 WIB.

Bertempat di Ruangan Intel Kejaksaan Negeri Bangkalan, Mereka disambut hangat oleh Dedi Franky SH selaku Kasi Intel yang baru saja menjabat, Dalam audensi tersebut mereka hanya boleh diwakili 5 (Lima) orang sebagai perwakilan dari pihak warga, Termasuk para awak media tidak boleh lebih dari 5 (Lima) orang yang masuk ruangan dengan alasan ruangan tidak memadai dan masih melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes).

Menurut Syamsul selaku koordinator audensi, memaparkan kepada awak media sebelum melakukan audensi, bahwa, Pihaknya ingin tahu kejelasan dan keseriusan pihak Kejaksaan dalam menangani kasus ini,Saya mau menyampaikan amanah dari masyarakat Desa Karpote terkait perkembangan pembangunan jembatan yang sampai saat ini masih belum jelas kepastiannya.tegas Syamsul.

“Disamping itu kami menilai seolah-olah dari Kejaksaan Negeri Bangkalan tidak ada kelanjutannya.”

Kasi Intel Kejaksaan Dedi Franky SH,menanggapi permasalahan tersebut, memang berdasarkan laporan dari Sespri kami melaporkan masalah ini dan sekarang masih tahap penyidikan umum yang sudah mengarah ke penyelewengan korupsi tapi saya masih menunggu waktu yang tepat,untuk menetapkan siapa tersangkanya.pungkas Kasi Intel Dedi.

“Proses ini akan terbuka dan kepingin cepat diatasi sekali lagi saya tetapkan memang ada penyelewengan suatu tindakan korupsi.”

Kasi Intel menambahkan, Bahwa sanya ada isu masalah pembangunan jembatan ini seakan-akan penyidikan tidak akan diproses oleh Kejaksaan, Namun kami bantah bahwa masalah ini tetap saya proses.”tegasnya.

Nanti kami ambil Team dalam tindakan ini, dan kami minta dukungan kepada warga Desa Karpote untuk lebih bisa mengumpulkan alat-alat bukti.

Warga Desa Karpote pada intinya, kami disini untuk mewakili masyarakat Karpote bahwa desa kami ingin maju dan tepat sasaran, disamping itu yang perlu diketahui kami disini bukan menghambat pembangunan di desa kami.

Kasi intel menanggapi, apa yang disampaikan bapak tadi saya sangat mengerti tapi bukan berarti kami menghambat proses masalah ini.

Dan saya luruskan sekali lagi Kejaksaan dalam hal ini tetap memproses kasus pembangunan jembatan, namun kita perlu kehati-hatian karena ini sifatnya rahasia dan kami sudah mengumpulkan alat-alat bukti.

Mudah-mudahan dalam minggu ini permasalahan sudah kami proses.tegasnya.

Rangkaian acara audensi selesai berjalan aman, tertib dan lancar.

 

Pewarta : Wie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *