Merasa Dihina Melalui Media Sosial, Seorang IRT Di Biak Numfor Membuat Laporan Polisi

Papua. penanews.net _ Biak. Berawal dari sebuah postingan dalam group Facebook yang dinamai ASN Biak Numfor, seorang pria yang menggunakan akun Facebook dengan nama (Pugara.Red), diduga melakukan penghinaan terhadap seorang Ibu rumah tangga (IRT) inisial (A W).

Pasalnya. Tepat pada hari Jumat (17/12/21) akun media sosial atas nama PUGARA memposting sebuah rilisan yang dinilai mengutuk oknum kepala daerah Biak Numfor (HAN).

Postingan tersebut dinilai oleh sebagian besar masyarakat Biak Numfor sebagai kutukan bagi Bupati mereka, karena dalam tulisan tersebut tertulis jalas doa yang mengutuk dan ditujukan langsung kepada oknum Bupati Biak Numfor.

Postingan yang di-posting oleh akun media sosial atas nama PUGARA ini menerima banyak komentar dan juga protesan dari netizen yang meminta agar pemilik akun atas nama PUGARA bijaklah dalam bermedia sosial. Dan netizen juga menegur pemilik akun tersebut agar tidak melakukan hal bodoh. Jika mau mengkritik kinerja pemerintah maka kritiklah yang baik.

Dalam kolong komentar pada postingan tersebut, pemilik akun atas nama PUGARA bukannya menjelaskan maksud dan tujuannya dengan baik, namun melakukan komentar balasan yang penuh dengan caci maki, penghinaan dan juga kutukan. Seperti halnya yang dialami oleh (A W) seorang IRT kepada media ini Via phonsell. Minggu (19/12/21).

Menurut IRT A W, dirinya merasa sangat terhina karena telah dicaci maki oleh pemilik akun Pugara, dan parahnya cacian tersebut telah dibaca oleh publik. Oleh sebab itu didampingi oleh suaminya, A W membuat laporan polisi di Polres Biak Numfor pada hari, Sabtu (18/12/21).

“Saya bermaksud baik. Karena saya membaca sebuah postingan yang di-posting oleh pugara yang menyangkut hak ASN, maka saya merasa pugara tidak sepantasnya melakukan postingan tersebut, karena penuh dengan kutukan dan ditujukan langsung kepada oknum Bupati Biak Numfor”, terang IRT A W.

IRT AW juga menjelaskan tentang perasaannya yang disebabkan oleh caci maki dan penghinaan dari pemilik akun Pugara.

“Saya merasa sangat direndahkan dan sangat dipermalukan, saya dicaci maki oleh seorang pria yang saya tidak kenal. Apakah media sosial dan group ASN BIAK NUMFOR ini adalah group untuk mengumbar kebencian?. Saya akan menuntut agar pemilik akun tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.” Jelas IRT A W.

Ia juga meminta agar aparat kepolisian bisa secepatnya menangani persoalan tersebut dan memberikan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku, agar boleh menjadi evek jerah bagi pengguna akun media sosial yang lainnya, khususnya yang tergabung dalam group ASN BIAK NUMFOR.

“Harapan saya. Semoga pemilik akun atas nama PUGARA bisa secepatnya diciduk dan ditahan untuk diproses dan mempertanggung jawabkan perbuatannya, agar menjadi contoh dan evek kerah bagi pengguna akun media sosial, khususnya masyarakat Biak Numfor yang tergabung dalam group ASN BIAK NUMFOR”, pintanya.

Pada kesempatan tersebut, A W juga berpesan dan meminta agar masyarakat Biak Numfor yang tergabung dalam group media sosial, harus bijak dalam menggunakan media sosial.

“Pesan saya. Kita masyarakat kabupaten Biak Numfor pada umumnya adalah orang-orang yang pintar. Maka itu, marilah kita bijak dalam menggunakan media sosial, sebab kalau bukan kita yang tegur kita, lalu siapa lagi?,” Pesan A W.

IMG 20211219 WA0102
~ Bukti surat LP, IRT yang Merasa Dihina Melalui Media Sosial, Seorang IRT Di Biak Numfor.

Dalam dan melalui pemberitaan ini, masyarakat kabupaten Biak Numfor meminta agar aparat penegak hukum secepatnya melakukan penyelidikan dan menangkap serta memberikan sanksi yang tegas sesuai undang-undang yang berlaku kepada pemilik akun sosial atas nama PUGARA, karena dinilai telah mengutuk Bupati mereka.

 

Pewarta : Fian

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *