Nikmatnya Iman Dalam Tali Ukhwah Islamiyah

Ponpes Al Huda (Pasir Jambu Ciwidey)

Kab Bandung penanews.net Jawa Barat- Dalam Agenda penyambutan rombongan dari komunitas Adventure Wakaf Qur’an Pedalaman (AWQP)  pada hari Sabtu (27/06/23) yang hadir di Pondok Pesantren  Al Huda, yang beralamat  di Kampung/Desa Cukagenteng Kec. Pasir Jambu Ciwidey  Kab.Bandung.

Ustadz Yasin  selaku Pimpinan Pondok  Pasantren Al Huda, menjelaskan  bahwa Agama Islam adalah suatu agama yang di dalamnya terdapat konsep persaudaraan yang lebih banyak dikenal umat Islam dengan nama Ukhuwah. Dilihat dari segi bahasa Ukhuwah memiliki arti memberikan perhatian. Kemudian, arti Ukhuwah mulai berkembang menjadi saudara atau kawan.

FB IMG 1685195493142

Karena kata Ukhuwah memiliki arti dasar perhatian, maka Ukhuwah juga bisa dimaknai sebagai bentuk konsep yang memberikan ajaran jika setiap orang yang bersaudara harus memiliki perhatian di antara mereka. Dengan begitu, hubungan sesama umat Islam menjadi semakin kuat.

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Artinya:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah kamu akan nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah akan mempersatukan kamu lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

“Jika dalam kehidupan ini kita menjalankan dan menerapkan Ukhuwah Islamiyah. Tentunya kita akan mendapatkan rasa manis serta lezatnya iman.” Pesan Ustadz Yasin dalam sambutannya

Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda jika ada tiga perkara jika didapatkan, maka orang tersebut bisa merasakan manisnya iman. Pertama, dia mencintai Allah dan rasulnya melebihi dari pada kecintaan kepada selain keduanya. Kedua, dia mencintai saudaranya, dan dia tidaklah mencintainya melainkan karena Allah. Ketiga, dia membenci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana dia membenci untuk dilemparkan ke dalam api neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

Red:Al Fakir Gusman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *