Pancasila Harga Mati bagi NKRI

Oleh : DR. Palupi Lindiasari S, Peneliti dan Dosen, Kajian Ketahanan Nasional Sekolah Kajian Stratejik dan Global. Universitas Indonesia


PN _ Bogor, Jawa Barat. Memaknai hari lahir Pancasila dalam konteks globalisasi saat ini, Pancasila sebagai pengingat dan menyadarkan identitas sejatinya manusia Indonesia.

Selama 76 tahun ini Pancasila telah terbukti sebagai pemersatu rakyat. Pembuktian Pancasila sebagai solusi bangsa di bukti kan Baik pada level nasional maupun global.

Di level Nasional, kondisi kesulitan yang pernah dan tengah melanda Indonesia, seperti: krisis moneter 1998, krisis financial 2007/2008, krisis politik akibat pilpres 2019, dan terbaru krisis di seluruh aspek kehidupan akibat Pandemi Covid-19 dapat diselesaikan dengan satu kata kunci yaitu “gotong royong” dan “toleransi”.

Contoh nyata seperti bantuan sosial antar individu di masyarakat hingga bantuan sosial pemerintah (bagi rumah tangga, pelaku usaha baik sektor real maupun perbankan).

Di tingkat Global, Indonesia menjadi negara yang paling peduli terhadap sesama manusia, ditunjukan dengan penilaian “world giving index” yang menempatkan Indonesia pada peringkat satu di dunia mengungguli negara terkaya sekali pun.

*Penilaian global ini, sekali lagi membuktikan begitu powerful-nya Pancasila sebagai identitas bangsa Indonesia.* Oleh karenanya, Pancasila sebagai jati diri bangsa harus menjadi pedoman hidup di segala aspek kehidupan.

Dalam konteks ekonomi, berdasarkan pengalaman sulit yang telah kita hadapi, maka sistem ekonomi Pancasila perlu diterapkan dan di implementasi kan dalam mengatur perekonomian Baik dari level mikro, meso hingga makro..

Caranya, dengan mengoptimalkan kekuatan dan keunggulan bangsa dalam membangun perekonomian melalui prinsip “Kekeluargaan” dan kolaborative ala Indonesia ‘Gotong Royong” dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali pada semua kegiatan ekonomi.

Prinsip kekeluargaan yang diterapkan dalam kegiatan ekonomi kolaborative sangat berpotensi untuk mengangkat seluruh element masyarakat tanpa kecuali menuju kehidupan yang layak, adil dan makmur. Tanpa kemiskinan dan ketimpangan.

Tantangan global yang menghendaki semakin kompetitif nya pasar, bukan lagi menjadi penghalang kita untuk maju. Melainkan menjadi peluang untuk kita maju bersama-sama, dengan saling membantu dan mengisi kekurangan masing-masing, sehingga tercipta Daya saing bangsa Pancasilais yang intelek dan berbudi pekerti luhur.

Pada akhir refleksi dari hari lahir Pancasila ini, marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Tuhan YME dan Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pendiri bangsa Indonesia yang telah memberikan KUNCI dalam menata hidup melalui fondasi “Jiwa” terlebih dahulu, yaitu PERCAYA KEPADA TUHAN YME.. ini lah kata kunci yang dapat menyelesaikan segala macam persoalan bangsa dari berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali juga pada aspek ekonomi.

Individu yang memiliki Keimanan yang kuat terhadap Tuhan YME apapun agamanya, pasti memiliki sifat dan sikap kepedulian yang tinggi terhadap sesama tanpa kecuali (tidak melihat agama, ras atau golongan). Sehingga tidak akan ada eksklusifitas, penjajahan dan dominasi satu kelompok terhadap kelompok lainnya. Ini lah kekuatan bangsa Indonesia yang harus dipegang teguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *