Biak Numfor, penanews.net _ Papua. Pelantikan serentak 257 kepala kampung di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, yang semula dijadwalkan pada Maret 2026, terpaksa ditunda. Penundaan ini disebabkan oleh belum tuntasnya proses kodefikasi tiga kampung di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Tiga kampung yang hingga kini belum memiliki kepastian kodefikasi tersebut yakni Kampung Syordo di Distrik Sorido, Kampung Warmpur di Distrik Yafdas, dan Kampung Fanjuri di Distrik Wodu. Ketiganya belum terdaftar secara resmi dalam sistem administrasi pemerintahan pusat.
Permasalahan ini berawal dari wilayah Sorido dan Yafdas yang sebelumnya telah dimasukkan dalam kategori kelurahan. Namun, masyarakat setempat menginginkan agar status wilayah mereka tetap sebagai kampung, sehingga menimbulkan kendala dalam proses administrasi dan penetapan kodefikasi.
Akibat belum adanya kodefikasi resmi, pendanaan untuk ketiga kampung tersebut selama ini masih dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Biak Numfor, bukan melalui skema dana desa dari pemerintah pusat.
Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, menyampaikan bahwa pelantikan kepala kampung akan segera dilaksanakan setelah persoalan administrasi tersebut terselesaikan.
“Pelantikan kepala kampung akan dilaksanakan secepatnya setelah persoalan kodefikasi ketiga kampung tersebut tuntas,” ujar Mansnembra saat ditemui di Kantor Bupati Biak Numfor, Jumat (10/4/2026).
Ia menegaskan, pemerintah daerah saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan Kemendagri guna mencari solusi terbaik terkait status administrasi ketiga kampung tersebut.
“Pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan Kemendagri. Penundaan ini merupakan langkah kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan administrasi, pelanggaran hukum, maupun kendala penganggaran di kemudian hari,” jelasnya.
Sebagai informasi, pemilihan serentak 257 kepala kampung di 19 distrik se-Kabupaten Biak Numfor telah dilaksanakan pada 10 Desember 2025. Secara umum, proses pemilihan berlangsung lancar meskipun terdapat beberapa kendala teknis di lapangan.
Alfian L Morin





