Pembangunan MIS Matlaul Anwar 06 Diduga Banyak Kejanggalan

Bogor. penanews.net _ Jawa Barat. Pembangunan ruang kelas baru (RKB) MIS Matlaul Anwar 06 Kecamatan Cigudeg kabupaten Bogor yang mendapatkan pembangunan dari propinsi sebesar Rp 150jt.

Pembangun MIS matlaul anwar 06 tidak tranparan, tidak terpasangnya kegiatan papan anggaran yang sengaja tidak buat oleh pelaksana dan ketua pengurus tersebut. Diduga melanggar UUD NO 14 Tahun 2008 (KIP) tentang keterbukaan informasi publik.

Dari Hasil investigasi awak media dilapangan, langsung menanyakan ke pihak pekerjaan yang sedang giat pembangunan disekolah MIS matlaul anwar 06 tersebut, bahkan mereka pun mengeluhkan gaji mereka yang belum di bayarkan, untuk sementara cuma hanya kasbonan saja.

Pekerja yang berinisial (W) sebagai kenek tukang pengerjaan mengatakan “upah perharinya saya engga tahu pak, karena yang ngatur pak irpan. Dalam lima belas hari kami hanya kasbon saja” ucapnya kenek tukang. Senin, (27/12/2021).

Tukang bass Inisial (J) pun memberikan komentarnya “saya engga tau kalau masalah papan anggaran karena engga ada, saya engga paham, saya hanya pekerja pak, ke pak irpan aja yang lebih jelasnya” ujarnya.

Dilain tempat awak media mewawancarai pak irpan yang sebelumnya di arahkan oleh pihak para pekerja. Dari pengakuan pa Irpan sebagai ketua pelaksana yang di tua kan, mengakui kalau gaji itu dibayar seminggu sekali di hari jumat. Papan anggaran ada, dan sudah dipasang. namun terkait papan kegiatan itu rusak oleh anak-anak yang bermain bola” pengakuan dia.

Ketika media menanyakan papan anggran yang memang sudah di pasang tersebut rusak dimana?. irpan pun menjawab “ada di lokasi pengerjaan, dan akan diganti sama yang baru”. Jelas sebelumnya awak media menanyakan kepada pekerja berulang kali bahwa pengerjaan ini tidak ada papan anggaran dan tidak ada yang tahu.

IMG 20211227 WA0193

Dari bahan bangunannya pun Diduga janggal, diduga Hebel bekas yang sudah tidak layak di pakai (kropos dan berlumut), besi diduga memakai 8 inci dan semen memakai merek murahan. Mengelaknya memakai semen tiga roda. Besi 12 inci, hebel baru. Pak irvan diduga mengatakan hoax informasi kepada awak media.

Dari pantauan awak media para pekerja pun mengabaikan manajemen Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Hal itu terlihat, para pekerja yang tak menggunakan helm safety. Padahal K3 sudah diatur dalam Undang-undang nomor 1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *