Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Pemerintah Desa Dago, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) terkait program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Dago pada Senin, 28 Juli 2025, dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat serta perangkat desa.
Musdesus ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Desa Dago, Aang Rukman, dan dihadiri oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Fauzi Rozi Wahyudin, para Kepala Dusun, Ketua RT, RW, TP-PKK, Perwakilan BUMDES, Kader Posyandu dan Tokoh Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan serta menyepakati arah kebijakan dan program ketahanan pangan desa yang akan dibiayai melalui Dana Desa tahun 2025.
Selain perangkat desa, Musdesus juga dihadiri oleh para Kepala Dusun, Ketua RT dan RW, serta perwakilan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kehadiran mereka menjadi representasi partisipasi aktif masyarakat dalam merancang program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Muhdom Kepala Desa Dago melalui Sekretaris Desa Dago, Aang Rukman, menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi isu penting yang harus menjadi prioritas pembangunan desa. “Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi warga. Melalui Musdesus ini, kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan yang direncanakan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan mampu memberikan dampak jangka panjang,” ungkap Aang.
Ia menambahkan bahwa pemerintah desa akan mengutamakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan kelompok tani dan pelaku usaha mikro agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung. “Kami juga akan mendorong pelatihan-pelatihan dan pemanfaatan lahan tidur agar bisa menjadi sumber produksi pangan yang baru di Desa Dago,” imbuhnya.
Fauzi Rozi Wahyudin selaku Ketua BPD turut menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses perencanaan ini. Ia berharap agar hasil Musdesus dapat dijalankan dengan efektif dan mampu menjawab kebutuhan pangan warga, terutama menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan iklim.
Beberapa usulan kegiatan yang muncul dalam Musdesus antara lain pengembangan lahan pertanian produktif, penyediaan bibit unggul, pelatihan pertanian berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan petani lokal. Usulan-usulan tersebut akan dituangkan dalam berita acara dan menjadi dasar penyusunan RKP Desa 2025.
(Boim)





