Penantian Dan Harapan Sang Pengrajin Kayu

Jurnalis : Rusdiyanto/ Tim


penanews.net _ Demak, Jawa Tengah. Anugerah dan bencana adalah kehendak NYA. Kita mesti tabah menjalani. Hanya cambuk kecil, agar kita sadar. Adalah DIA diatas segalanya…” Penggalan syair lagu Ebiet G. Ade itu terasa maknanya bagi para pelaku usaha kerajinan mebel. Salah satunya adalah Pak Qon, sapaan akrab pria paruh baya ini.

Pak Qon, tinggal di Desa Kebunbatur, Mranggen, Demak. Sejak tahun 1993-an menjadi perajin pembuat mebel. Pandemi Covid-19 yg melanda negeri hingga saat ini, turut menyumbang keterpurukan ekonomi dan usaha kerajinan yang dijalaninya.

Sepanjang perbincangan dengan penanews.net, pada Selasa (16/3/2021), Pak Kun menuturkan, telah melewati pahit getir asam manis usaha telah dijalani.

“Ajar sabar mas,” tutur pria ramah ini, sambil menjalankan alat pertukangan yang dipegangnya.

Ia juga mengatakan, perjalanan hidup kadang tak semanis pengharapan. Bahkan, ia sempat mengenang kejayaan usahanya di masa lalu. Saat itu, ia tinggal di Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen, Demak.

“Dulu usaha Saya berdiri tahun 1993. Saya berani mendirikan usaha mebel ini. Berawal dapat proyek pembuatan mebel. Usaha saya dulu banyak menyumbang hasil karya dan pemenuhan lapangan pekerjaan untuk warga di desa saya, Mas.
Saya dulu sempat mempekerjakan 18 orang tenaga kerja, yang kebanyakan saya ambil dari tetangga sekitar,” tutur Pak Qon mengenang masa lalunya.

Pak Qon juga bercerita, bahwa waktu itu usaha mebelnya kebajiran pesanan. Pesanan kebanyakan dari instansi kepemerintahan, khususnya sekolah-sekolah.

Setiap hari, pagi sampai sore, suara mesin gergaji, mesin pasah, ketukan-ketukan palu berdendang bersautan, seolah memberi semangat untuk terus berkarya.

IMG 20210315 WA0090
Qon. Pada saat melakukan aktivitas sehari-hari

Namun, di tahun 2007 usahanya mulai surut. Ketersediaan bahan baku kayu di pasar mulai langka dan makin mahal. Kelangkaan bahan berpengaruh pada harga beli & proses produksi.

“Sekarang di tahun 2021 saya hanya mepekerjakan 3 tenaga, itupun putra saya sendiri, yang sudah mahir dalam pembuatan mebel. Kalau mungkin ada teman dan kenalan yang mau pesan mebel to, Mas. Lemari, meja, kursi dan perabotan kayu untuk kantor atau rumahan?,” pungkas Pak Qon pengrajin kayu penuh harap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *