oleh

Penutupan Total Jembatan Semayap Diprotes Warga, Jalan Kembali Dibuka Karena Belum Ada Pengerjaan

Kotabaru, penanews.net Penutupan total Jembatan Semayap menuai protes dari warga setelah hingga Kamis (4/12/2025) belum terlihat adanya aktivitas pengerjaan di lokasi. Akibat desakan warga, akses jalan yang sebelumnya ditutup total kini kembali dibuka untuk pengendara sepeda motor, sementara kendaraan roda empat tetap dialihkan melalui jalur alternatif.

Saat awak media meninjau lokasi pada Jumat (5/12) pagi, tampak pengendara motor sudah bisa melintas di jembatan tersebut. Namun kondisi jembatan masih belum menunjukkan tanda-tanda dimulainya pekerjaan perbaikan.

Bahriansya, warga Jelapat, Desa Semayap, menjelaskan bahwa pembukaan kembali jalan terjadi setelah warga memprotes penutupan yang dinilai tanpa progres. “Jalan kembali dibuka karena warga protes melihat tidak ada pengerjaan di lokasi,” ujarnya.

Ia menerangkan, penutupan awalnya dijadwalkan pada 1 Desember, namun dipercepat menjadi 27 November 2025 karena sering terjadi kecelakaan. “Gara-gara ada yang jatuh sehingga ditutup. Kejadiannya malam sekitar jam 11.30 dan terlihat cukup parah. Di sini sudah banyak yang kecelakaan, ada sekitar 20 pengendara sepeda motor,” katanya.

Bahriansya juga menyampaikan harapannya agar jembatan yang akan dibangun memiliki ketinggian sekitar 50 cm dari dasar jalan. Menurutnya, jika tinggi jembatan mencapai 100 cm, hal itu dapat berdampak pada pelaku UMKM di sekitar lokasi.

Ia turut mengeluhkan penurunan pendapatan usahanya setelah penutupan dilakukan. Usaha pencucian sepeda motornya yang biasanya melayani hingga 30 kendaraan per hari, kini hanya menerima enam pelanggan.

“Kami berharap tidak dilakukan penutupan total jika belum ada pengerjaan. Kalau sudah dikerjakan, mohon dipercepat agar usaha kami bisa ramai kembali,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta agar pihak terkait memberi solusi bagi UMKM yang terdampak selama proses perbaikan jembatan berlangsung. Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan belum dimulainya pengerjaan di lokasi.

(Aswad)