Papua, Biak Numfor, Penanews.net — Bupati Biak Numfor, Provinsi Papua, Markus Oktovianus Mansnembra, SH., MM., menyampaikan pidato kenegaraan yang sarat akan pesan persatuan dan keadilan sosial di Gedung Negara 01 Biak Numfor, Sabtu (15/8) pagi. Di hadapan seluruh jajaran Forkopimda, DPRK, TNI/Polri, serta tokoh masyarakat, Bupati menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini harus menjadi momentum refleksi bersama untuk memastikan seluruh dampak pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata, bahkan hingga ke wilayah kepulauan terluar.
Dalam pidato yang dimulai tepat pukul 08.00 WIT tersebut, Bupati Markus Mansnembra mengumumkan keputusan strategis terkait pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi tahun ini. Sebagai bentuk penegakan kedaulatan wilayah dan simbol kehadiran negara di beranda terdepan, Pemkab Biak Numfor akan memusatkan upacara HUT RI ke-81 di Pulau Numfor. Langkah ini mengulang kesuksesan upacara tahun lalu yang digelar di Pulau Bromsi, Distrik Aimando. Melalui kebijakan ini, Bupati ingin membuktikan bahwa esensi dari tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang menyentuh masyarakat kepulauan secara langsung.
Bupati secara terbuka mengakui adanya tantangan keterbatasan keuangan daerah. Namun dalam arahannya, ia menekankan bahwa manajemen pemerintahan yang efisien, efektif, dan kepemimpinan yang kuat mampu menjaga keseimbangan pelayanan publik. Bupati memaparkan sejumlah capaian kerja keras pemda selama periode 2025–2026 yang berhasil meraih penghargaan nasional dan regional, seperti laju pertumbuhan ekonomi yang melonjak signifikan menjadi 3,29% dengan PDRB mencapai Rp6,85 triliun.
Selain itu, Pemkab Biak Numfor juga berhasil mempertahankan Opini WTP enam kali berturut-turut dari BPK RI serta mencatatkan skor Indeks Penilaian Pencegahan Korupsi terbaik se-Provinsi Papua (74,6%). Di sektor kesejahteraan, capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah melampaui 98% sehingga meraih UHC Award, serta mendapatkan dana insentif fiskal total Rp3 miliar atas prestasi penanggulangan stunting, kemiskinan, dan pengendalian inflasi. Bupati secara khusus juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bapak John Wompere dari Kampung Imbari, Distrik Warsa, atas dedikasinya meraih penghargaan Kalpataru Lestari 2026.
Menutup rangkaian poin pidatonya, Bupati Markus Mansnembra menggarisbawahi pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Salah satu buktinya adalah realisasi program strategis nasional dari Presiden Prabowo Subianto, yaitu pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Numfor dengan pagu anggaran APBN sebesar Rp340,9 miIiar. Proyek besar ini sebelumnya telah melewati proses peletakan batu pertama oleh Mendagri Tito Karnavian pada 1 Agustus 2026 lalu.
Bupati Markus Mansnembra menutup arahannya dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, instansi vertikal, dan Forkopimda yang telah menjaga sinergitas. Bupati optimis, dengan modal sosial yang kuat dan manajemen pemerintahan yang efisien, akselerasi pembangunan di Kabupaten Biak Numfor akan terus bergerak maju menuju daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berdaulat.





