Polemik Pemangkasan Pohon Di Area Wisata Tirta Sayaga, Abdul Hamidi : Cuma Miskom Dan Sudah Selesai

Bogor. penanews.net _ Jawa Barat. Penebangan sejumlah pohon besar khususnya jenis pohon trembesi, yang dilakukan pengelola lokasi wisata Tirta Sayaga di wilayah Gunung Kapur, Kecamatan Parung, telah menimbulkan reaksi beberapa warga masyarakat. Hal itu terutama ramai di beberapa platform media sosial dan percakapan warga.

Abdul Hamidi, Penanggung Jawab Tirta Sayaga mengatakan, polemik tersebut telah selesai dan telah dilakukan diskusi antara pihak pengelola, sejumlah pihak perwakilan lembaga desa, OKP dan juga sejumlah tokoh warga masyarakat.

“Hanya miskomunikasi saja dan saat ini sudah kondusif. Kami sudah ketemuan sama tokoh masyarakat setempat, ada BPD, KNPI, LSM dan lainnya, disaksikan unsur Kecamatan Parung dan Pemdes setempat,” ungkap Abdul Hamidi, Kamis (16/12/2021).

Ia menegaskan, di pertemuan tersebut pihaknya menjelaskan bahwa kegiatan penebangan pohon dilakukan sebagai penataan, pemeliharaan dan bagian dari upaya terjaminnya kenyamanan serta keselamatan para pengunjung yang datang ke lokasi wisata tersebut.

“Pohon trembesi yang kami pangkas juga pohon – pohon tua, keropos dan pohon yang mati karena tersambar petir. Warga sekitar menganggap pohon ini jenis pohon keramat. Tapi sekali lagi, kami harus menjamin kenyamanan dan keamanan pengunjung lokasi wisata ini.” tukas Abdul Hamidi.

Sedangkan Kepala Seksi Ketentraman Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Parung, Endang Darmawan menuturkan bahwa memang telah ada penyelesaian dari polemik yang terjadi terkait giat penebangan pohon di kawasan wisata Tirta Sayaga.

“Sudah duduk bareng antara pengelola dan warga masyarakat. Intinya hanya kesalahfahaman saja dan sudah ada saling pemahaman.” ucap Jack sapaan akrabnya.

Terpisah, Camat Parung Yudi Santosa berharap agar warga masyarakat selalu bersikap arif bijaksana dalam menyikapi semua permasalahan. Ia menjelaskan, sekitar satu bulan lalu, jajarannya sudah melakukan pengecekan terhadap pohon yang ditebang di area lokasi wisata Tirta Sayaga tersebut.

IMG 20211216 WA0036

“Jadi penebangan pohon pada waktu itu adalah pohon yyang sudah kropos dan dikhawatirkan akan mengganggu dan mencelakakan pengunjung. Karena itu ada di kawasan mereka, kami hanya memberikan masukan agar penebangan nya harus terukur dan disiapkan pohon penggantunya (peremajaan).” jelas Yudi Santosa.

 

Pewarta : Boim / Fahry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *