Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Akbar A., menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) di Pemilihan Raya Keluarga Mahasiswa IPB 2025.
Akbar menilai KPUM gagal menunjukkan ketegasan dan konsistensi yang menjadi fondasi utama penyelenggara demokrasi kampus. Pernyataan sikap ini disampaikan Akbar dalam mengikuti proses pencalonan dirinya di ajang PEMIRA KM IPB 2025.
Menurut Akbar, ketidaktegasan KPUM menindak pelanggaran dan sikap ketidak terbukaan informasi publik menjadi sinyal melemahnya integritas lembaga tersebut.
“Sikap yang tidak transparan bukan hanya mencederai proses demokrasi, tetapi juga mengancam kepercayaan mahasiswa terhadap lembaga kemahasiswaan itu sendiri,” tegasnya.
Akbar menambahkan, KPUM tidak cukup tegas menghadapi kesalahan yang terjadi. Ketika bukti sudah jelas, tapi keputusan justru kabur. Menurutnya, itu menunjukkan adanya potensi konflik kepentingan.
“Demokrasi kampus tidak boleh dibiarkan dikendalikan oleh kepentingan segelintir pihak,” tegas Akbar dalam pernyataan sikap yang dikirimkan ke redaksi media ini, Kamis 6 November 2025.
Akbar menekankan bahwa PEMIRA bukan ritual tahunan dan giat formalitas belaka, melainkan wadah pendidikan politik yang seharusnya membentuk karakter kritis dan bertanggung jawab bagi para mahasiswa.
Karena itu, mahasiswa IPB ini menilai sikap abai, kompromistis, atau tunduk pada tekanan adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat demokrasi kampus.
“Demokrasi kampus tidak boleh dijadikan panggung kekuasaan semu. Jika KPUM tidak tegas dan tidak berpihak kepada kebenaran, maka mereka membiarkan demokrasi mati secara perlahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Akbar mengajak pada seluruh mahasiswa IPB untuk tidak diam dan tidak apatis terhadap situasi ini. Ia menyerukan mahasiswa IPB bersatu mengawal proses PEMIRA tetap bersih, jujur, dan berkeadilan.
“PEMIRA adalah milik seluruh mahasiswa, bukan alat politik segelintir elit kampus. Jika kita membiarkan penyelenggara bertindak tanpa transparansi dan tanggung jawab, maka kita sedang menyerahkan masa depan demokrasi kampus ke tangan yang salah,” pungkasnya.
Disclaimer, Akbar menegaskan, pernyataan sikap ini dikirimkan kepada redaksi sebagai bentuk sikap keterbukaan informasi publik. Hingga berita dibuat redaksi belum dapat mengkonfirmasi pihak KPUM PEMIRA KM IPB 2025.
Boim / Fahry





