Proyek Tak Memenuhi SPEK, Dugaan Korupsi Anggaran 3 Miliar

PN. Banyuasin, Sumsel. Polres Banyuasin, menyerahkan berkas tahap II kasus dugaan korupsi Prosmen (Pengembangan Irigasi Lahan Rawa) tahun anggaran 2016 ke Kejaksaan Negeri Banyuasin, Rabu, (30/6/2021)

“Dugaan korupsi di UPKK Tunas Karya Desa Upang Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin, yang sumber dana berasal dari Anggaran APBN Kementrian Pertanian RI, melalui Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Banyuasin.

Kapolres Banyuasin, AKBP Imam Tarmudi,SIK,MH melalui Kanit Tipikor Polres Banyuasin Ipda Candra Kalefi, SH.MH, di dampingi Katim Riksa R Fadli, SH mengatakan adanya dugaan korupsi proyek yang menelan anggaran Rp 3 miliar, antara lain ada paket yang diindikasikan tak memenuhi spek.

“Untuk paket yang tidak sesuai spek di Desa Upang Kecamatan Air Saleh diduga menelan anggaran sebesar 3 miliaran rupiah,” Ujar dia

“Candra mengatakan berdasar hasil penyelidikan diketahui kerugian Negara ditaksir mencapai 1,1 Milyar lebih.

“Saat ini, kami telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan barang bukti sudah cukup. MS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan berkas sudah kami serahkan kepada Jaksa Penuntut,” Ungkap dia.

“Sementara Kajari Banyuasin, Budi Herman,SH,MH melalui Jaksa Penuntut Yophi Misdiyana, SH,MH membenarkan kalau hari ini kami menerima Berkas Tahap II perkara dugaan tindak pidana korupsi Ferrocemen atau pengembangan Irigasi Lahan Rawa di Desa Upang Kecamatan Air Saleh yang menggunakan Anggaran APBN 2016 daro Kementrian Pertanian RI.

IMG 20210630 WA0070

“Setelah kita melakukan penyelidikan dengan satu orang PPK pada kegiatan tersebut, yang di duga pelaku berinisial MS Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Peranian Kabupaten Banyuasin. MS kami tahan karena takut melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” Tutur Yophi.

 

Pewarta : Julianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *