Kotabaru, penanews.net – Ratusan jemaah dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu hingga anak-anak, memadati Musholla Nurul Huda RT 07, Desa Salino, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Minggu (13/9/2026).
Kehadiran masyarakat tersebut untuk mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat sekaligus meriah, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA, bertepatan dengan bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan KUA Kecamatan Pulau Laut Tengah, Sekretaris Desa Salino, Ketua Yayasan As’adiyah Ahsanu Amala, Pembina Musholla H. Hude, serta tokoh agama, tokoh perempuan dan pemuda setempat.
Kebersamaan warga juga terlihat dari kekompakan panitia pelaksana yang mengenakan seragam dan tanda pengenal atau ID card selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan Barzanji dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, jemaah mengikuti tausyiah agama yang disampaikan Kiai Muda (KM) Ustaz Muhammad Adam Albanjari, S.Ag., yang juga menjabat sebagai Kepala Madrasah Aliyah As’adiyah Ahsanu Amala.
Dalam tausyiahnya, Ustaz Muhammad Adam mengajak seluruh jemaah untuk meneladani sifat-sifat utama Rasulullah SAW, yakni Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah.
Selain itu, ia menyampaikan empat karakter luhur yang tercermin dalam kepribadian Rasulullah SAW, yakni Daa’imal Bisyri, senantiasa menebarkan senyum dan menghadirkan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya.
Kemudian Sahlal Khuluq, yakni memiliki akhlak yang mulia dan budi pekerti luhur. Berikutnya Layyinal Jaanib, yang menggambarkan kesantunan hati dan sikap rendah hati. Serta Wala ‘Ayyaabin, yaitu menjaga lisan dengan tidak mencela, menyakiti, maupun mengkritik orang lain secara tajam.
Suasana kegiatan semakin semarak ketika panitia menggelar kuis interaktif sebagai bagian dari refleksi materi tausyiah. Jemaah terlihat antusias menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan karakter dan keteladanan Rasulullah SAW.
Bagi jemaah yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan, panitia menyediakan berbagai hadiah, mulai dari uang tunai hingga paket minyak goreng.
Semarak peringatan Maulid Nabi juga terlihat dari tingginya semangat gotong royong masyarakat RT 07. Secara swadaya, warga berhasil menghimpun sebanyak 700 kotak nasi serta 3.030 bendera hias atau bunga telur dengan beragam warna.
Bendera hias tersebut semakin menarik karena dihiasi berbagai cinderamata yang bermanfaat, seperti sarung, baju koko, kaos, sajadah, peci, handuk, buku tulis, hingga peralatan rumah tangga berupa baskom dan cangkir.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Darmansyah, S.Kom., menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga RT 07 yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, khususnya dalam penyambutan maupun fasilitasi terhadap para tamu dan undangan.

Sementara itu, Ketua Musholla Nurul Huda, Zakaria, mengatakan tradisi keagamaan yang tumbuh melalui kearifan lokal masyarakat tersebut merupakan modal sosial yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan masyarakat.
“Selain menjadi ikhtiar mempererat tali silaturahmi, momentum maulid ini mengajarkan betapa krusialnya kolaborasi dan persatuan. Nilai gotong royong ini sangat sejalan dengan risalah ajaran Islam sekaligus napas nilai-nilai Pancasila kita,” pungkasnya.
(Aswad/rls)





