Kotabaru, penanews.net – Ratusan pegiat mengikuti Kotabaru Sport Festival Season 2 yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Kotabaru di Lapangan Indoor Futsal Alwiesta Kotabaru, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, 14–15 Oktober 2026, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026. Pegiat yang ambil bagian tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga orang dewasa.
Sejumlah induk organisasi olahraga (Inorga) turut memeriahkan festival tersebut, di antaranya Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI), Asosiasi Instruktur Aerobic dan Fitness Indonesia (ASIAFI), Universal Line Dance (ULD), Penggemar Olahraga Senam Indonesia (PORSI), serta Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI).
Selain menjadi ajang kompetisi dan mempererat silaturahmi antarpegiat olahraga, kegiatan ini juga bertujuan mempersiapkan pegiat untuk mengikuti Festival Olahraga Provinsi (Forprov) Kalimantan Selatan 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Tapin.
Para pegiat yang berhasil lolos dan memenuhi persyaratan selanjutnya berpeluang mewakili Kalimantan Selatan pada Festival Olahraga Nasional (Fornas) yang akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah.
Sekretaris KORMI Kotabaru, Nurdin, menyampaikan bahwa Kotabaru Sport Festival Season 2 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan olahraga masyarakat yang sebelumnya juga dilaksanakan di Langkang Baru.
Ia menegaskan, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan berbagai pihak yang turut mendorong pengembangan olahraga masyarakat.
“Terima kasih Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Sekda, dan juga mitra kami Disparpora,” ucap Nurdin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Kotabaru, khususnya Ketua DPRD Suwanti, Dewan Pakar Suhartono, serta seluruh anggota DPRD yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan KORMI di Kabupaten Kotabaru.
Nurdin berharap dukungan terhadap Inorga tidak hanya datang dari pemerintah dan DPRD, tetapi juga dari pihak swasta, perusahaan, serta kalangan korporasi lainnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan agar pembinaan dan pengembangan olahraga masyarakat di Kotabaru dapat berjalan lebih optimal.
Dalam festival tersebut, peserta yang berhasil meraih peringkat pertama, kedua, dan ketiga mendapatkan piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Nurdin menambahkan, rangkaian kegiatan olahraga masyarakat masih akan berlanjut pada 18 Oktober mendatang di Limbur Raya, dengan mempertandingkan Inorga Pencak Silat Indonesia, Asosiasi Seni Tarung Tradisional, serta Indonesia Taekwondo Fun.
Sementara itu, salah satu pegiat yang berhasil meraih prestasi membanggakan adalah Aelita Priyayi Nur Syahban, perwakilan SMPN 1 Kotabaru, yang meraih peringkat pertama pada Inorga Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI).
Aelita mengaku terkejut sekaligus bahagia atas pencapaian tersebut karena baru pertama kali mengikuti perlombaan.
Ia mengungkapkan perasaannya bercampur aduk antara senang dan gugup ketika mengetahui dirinya berhasil meraih peringkat pertama.
Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengikuti kompetisi.
Aelita berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi pegiat lain agar terus berusaha meraih cita-cita.
“Jangan pernah putus asa dalam bermimpi,” pesannya.
Melalui Kotabaru Sport Festival Season 2, KORMI berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam Inorga, sekaligus mendorong lahirnya pegiat-pegiat berprestasi yang mampu membawa nama Kabupaten Kotabaru ke tingkat provinsi hingga nasional.
(Aswad)







