Rumah Warga Ambruk, Kapolsek : Tidak Ada Korban Jiwa, Kami Berikan Bantuan

Boim / Fahry

Bogor. penanews.net _ Jawa Barat. Sebuah rumah milik warga yang dihuni 6 (enam) orang anggota keluarga tiba – tiba ambruk. Beruntung, saat peristiwa terjadi, kondisi rumah dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Rumah warga yang roboh itu adalah milik pasangan Armani dan Imas Anay yang tinggal bersama 4 orang anaknya. Berada di Kampung Cijaura RT 01 RW 01 Desa Cidokom Kecamatan Rumpin.

Imas Anay mengaku rumahnya tersebut memang telah lama rusak. Namun, dia dan suaminya tak mampu memperbaiki karena keterbatasan ekonomi. Imas juga mengaku belum mendapatkan bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH).

“Kalau diperiksa (di data) sudah berapa kali, tapi belum dapat bantuannya. Kalau bantuan anak sekolah (PKH) sih sudah dikasih,” ujar Imas.

Ia berharap segera dapat bantuan untuk perbaikan rumah miliknya tersebut dari pemerintah. Karena keluarganya sangat membutuhkan rumah untuk tempat tinggal keluarganya.

“Saat ini saya sama keluarga numpang sementara di rumah saudara. Semoga ada bantuan dari pemerintah,” harapnya.

Kapolsek Rumpin Kompol Sumijo SH yang datang ke lokasi menjelaskan, setelah mendapatkan laporan terjadinya musibah itu, dirinya langsung datang ke lokasi serta melakukan pengecekan dan membawa sejumlah bantuan.

“kondisi rumah yang roboh ini memang sudah rapuh. Tidak ada tembok dan besi dan tidak kuat diterpa angin. Tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian rumah ini dalam keadaan kosong,” ujar Kompol Sumijo SH, Rabu (9/8/2023).

Kapolsek Rumpin melanjutkan, saat ini 6 orang anggota keluarga yang terdiri dari Suami, Istri dan 4 orang anak tersebut telah mengungsi di rumah keluarganya yang tak jauh dari lokasi rumah roboh.

“Hari ini kami kirimkan bantuan bahan bangunan dan makanan. Selanjutnya Muspika akan terus mencari bantuan untuk keluarga korban,” pungkas Kompol Sumijo SH, Kapolsek Rumpin.

IMG 20230809 WA0044

Sementara Ketua RT 01 RW 01 Desa Cidokom, Suhandi menjelaskan bahwa rumah warganya yang roboh tersebut memang rumah tidak layak huni (RTLH) dan sudah diajukan untuk mendapatkan bantuan program rehab (perbaikan).

“Sudah sejak tahun 2022 lalu kami ajukan untuk mendapatkan bantuan program perbaikan rumah. Namun bantuannya belum terealisasi,” ucapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *