Rumput Tetangga Tak Sehijau Rumputku

Oleh: Marra Narayan


Rasanya diriku sudah lelah memikirkan semua ini, diriku sudah lelah mengikuti semua perkataan kalian yang bahkan tidak terucap dari bibir milikmu sendiri. Kutarik kesimpulan bahwa kalian merasa iri dengan apa yang kumiliki hanya karena terbilang bagus di mata banyak orang, meskipun sebenarnya dirikulah yang iri pada kalian.

Di saat mereka dapat dengan mudah mendapatkan apa yang selama ini kukejar dengan jerih payah, berujung pada rasa kesal karena tidak pernah mendapat hasil yang selalu kuidamkan. Mungkin diriku memang pantas mendapatkannya, sebagai bayaran atas ketidakpekaannya diriku terhadap mereka. Mereka yang selalu mengejar apa yang dari awal kumiliki dan hanya berujung mendapat apa yang sebenarnya ingin kudapatkan.

Lucu sekali, entah mengapa rasanya apa yang dimiliki oleh orang lain terasa lebih nikmat daripada milik sendiri. Bahkan ketika seseorang telah mencapai apa yang sejak lama dicita-citakannya, perasaan yang terbentuk dari setiap pengalaman buruk serta penyesalan yang pernah dialami sebelumnya selalu memutuskan untuk muncul dan menghantui di saat yang paling tepat untuk membuatnya kembali terjatuh ke tempat di mana bangkit akan menjadi pilihan tersulitnya.

Tapi kurasa terkadang hal seperti itu memang akan selalu terjadi, setidaknya untuk memberi semacam pelajaran. Meskipun mengalami hal yang sama, bukan berarti apa yang dirasakan juga sama, bukan? Berasumsi bahwa dia senang hanya karena yang lain merasa senang atau dulu kita merasa senang sewaktu mengalaminya hanyalah tindakan bodoh yang kuharap dapat segera hilang keberadaannya dari muka bumi ini. Sudah tidak terhitung lagi jumlah korban yang berjatuhan oleh karena dirinya masih dipelihara.

Bandung, 2 April 2021

IMG 20210303 WA0036

Marra Narayan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *