SAAT PENJARA MENJADI TEMPAT UNTUK BERKARYA

 

Bandung, penanews.net Jawa Barat- Dzikir, pena, kertas dan Al-Qur’an, semua itu tak bisa dilepaskan dari diri seorang ‘alim (berilmu), bahkan saat dirinya berada di balik jeruji besi. Karena bagi seorang ‘alim, dzikir adalah ketenangan, Al-Qur’an adalah kehidupan, pena dan kertas adalah kesibukan. MasyaAllah…

Berikut ini diantara ulama yang menyibukkan dirinya dengan pena dan kertas saat berada di balik jeruji besi :

1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ta’ala. Konon beliau keluar masuk jeruji besi hingga 6 atau 7 kali, bahkan ada yang mengatakan lebih dari itu. Dari balik jeruji besi inilah lahir karya beliau, “Ar-Raddu ‘ala Al-Ikhna’i” (bantahan terhadap pendapat ulama dari mazhab Hanafi bernama Muhammad bin Abu Bakar Al-Ikhna’i).

2. Imam As-Sarkhasi rahimahullah. Beliau dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah (seolah sumur) yang gelap gulita selama 10 tahun lamanya, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk menulis. Hingga dalam beberapa kesempatan, murid-muridnya yang setia mengunjunginya dan berkumpul di atasnya, kemudian beliau mendiktekan ilmunya dan ditulis oleh murid-muridnya tersebut, hingga jadilah kitab “Al-Mabsuth”, kitab fenomenal dalam Madzhab Hanafi yang terdiri dari 30 jilid.

3. Sayyid Qutb rahimahullah yang dituduh terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap presiden Mesir, Gamal Abdul Nasher, akhirnya dijebloskan ke dalam jeruji besi. Dari balik jeruji besi ini, lahir dua karya beliau yang paling monumental, kitab tafsir Al-Qur’an, Fi Zilal Al-Qur’an (Dalam Naungan Al-Qur’an) yang terdiri dari 6 jilid, dan Ma’alim fit-Tariq (Petunjuk Jalan).

4. Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) rahimahullah yang dijebloskan ke dalam jeruji besi pada masa rezim Sukarno selama 2 tahun 4 bulan tanpa proses pengadilan. Dari balik jeruji besi inilah kemudian lahir Tafsir Al-Azhar yang terdiri dari 9 jilid.

Dan kabarnya, guru kita, Dr. Ahmad Zain an-Najah, MA hafidzahullah ta’ala yang saat ini sedang berada di rumah tahanan D-88 pun melakukan yang hal sama sebagaimana yang dilakukan para ulama di atas. Bagi beliau, jeruji besi bukanlah menjadi penghalang untuk melanjutkan kesibukannya dalam menulis. Perlu diketahui, bahwa sampai saat ini, yang penulis ketahui, setidaknya beliau telah memiliki karya tulis sebanyak 31 judul kitab.

Dikabarkan bahwa ketika di hari-hari pertama beliau menjadi tahanan, beliau meminta pena dan kertas kepada petugas agar beliau bisa melakukan kegiatan menulis, dan juga minta mushaf agar bisa memuraja’ah (mengulang-ulang) hafalan Al-Qur’annya. MasyaAllah…

Tadi pagi kita mendapatkan kabar, bahwa beliau telah menulis tafsir Surat Al-Fatihah ayat 6, dan beliau memiliki cita-cita untuk menulis tafsir Al-Qur’an 30 juz. MasyaAllah…

Semoga Allah Ta’ala memudahkan beliau untuk mencapai cita-citanya yang mulia. Dan memberikan penjagaan, kesabaran dan keistiqomahan kepada para guru kita yang sedang mendapatkan ujian. Aamiin. [As]

Bumi Allah, 08/12/21

Oleh : Abu Sumayyah

Tulisan Dr. Zain An-Najah hafidzahullah tentang tafsir Surat Al-Fatihah ayat 6.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *