”Salam Mariska Pada Dunia”

”SALAM MARISKA PADA DUNIA”

Setelah beberapa hari lalu membuat geger Indonesia dengan mengusulkan agar konflik Papua coba didamaikan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS), pada hari ini (14/12/2020) Mariska Lubis kembali membuat kejutan dengan nge-twitt di akun twitter pribadinya @Mariska_lubis.

Dalam twitt tersebut, Mariska menulis : “I am asking to the world, what should I do when there is no justice, no human rights, no democracy? Tyranny of excessive power is dominating. I am thinking about deliberation to reach a consensus, but where should I go?! #democracy @UNHumanRights @RTErdogan,”.

Tentu saja, twit tersebut terkait dengan tewasnya 6 orang pengawal HRS di tol Cikampek KM 50 pada (07/12/2020) lalu.

Twitt bertagar #democracy tersebut juga ditembuskan pada akun twitter @UNHumanRights, @RTErdogan, kantor berita dunia @AlJazeera, @BBC World, dan beberapa lembaga pemerhati HAM dan keadilan hukum dunia termasuk @Amnestyasia, Mariska juga melampirkan berita dari laman @suaranasional.com tentang penolakan Presiden Jokowi untuk membentuk tim penyelidik independen terkait tewasnya enam anggota FPI.

Jokowi meminta masyarakat agar memercayakan pengusutan kasus pada tim pengusut dari Komnas HAM.

Sampai berita ini ditulis, twitt Mariska telah mendapatkan lebih dari 1.400 like dan 570 an retweet dari netizen, juga ratusan komentar. Bahkan terdapat netizen yang menembuskan ke akun @IntlCrimCourt.

Komentar paling serius datang dari akun @WorldJustice7 yang menyarankan Mariska membangun kolaborasi dengan kantor berita dan para jurnalis independen di Indonesia serta media Internasional, guna membangun opini dan konsensus publik bahwa Presiden Jokowi harus bertanggung jawab atas peristiwa menyedihkan tersebut.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak-pihak terkait dalam menanggapi tweet Mariska tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *