oleh

Sinergi Indah di Kampung Wadibu: Kades dan Pemuda PAM GKI Bahu-Membahu Cari Dana Pembangunan Gedung Gereja Baru Jemaat Simon Petrus Wadibu.

Biak Numfor/Wadibu, penanews.net – Sebuah pemandangan sejuk nan bersahaja tersaji di sepanjang jalan Kampung Wadibu, distrik Oridek, kabupaten Biak Numfor, provinsi Papua, pada Senin (27/7/2026) pagi. Sejak pukul 07:00 WIT, Kepala Kampung Wadibu, Arie Lami Ansek, Sekretaris Kampung, Beny Alvaro Morin, serta Kaur Pemerintahan, Pilep Morin, tampak membaur tanpa sekat di barisan depan, mengayunkan alat pembabat rumput bersama puluhan anggota Persekutuan Anak Muda Gereja Kristen Injili (PAM-GKI) Jemaat Simon Petrus (SP) Wadibu.

Aksi gotong royong ini terasa begitu humanis karena tidak sekadar mengejar kebersihan lingkungan menyongsong Dirgahayu RI ke-81, melainkan sebuah gerakan hati yang dikerjasamakan untuk membantu pemuda PAM GKI yang tengah berjuang menggalang dana demi pembangunan gedung gereja baru Jemaat Simon Petrus Wadibu.

Pekerjaan pembabatan jalan sepanjang kampung ini sengaja dipercayakan kepada Badan Pengurus (BP) PAM GKI, Jemat Simon Petrus Wadibu sebagai program pemberdayaan ekonomi gereja.

“Kami sengaja mempercayakan pekerjaan ini kepada adik-adik pemuda agar hasilnya bisa dialokasikan langsung untuk menopang pendanaan swadaya pembangunan gedung gereja baru kita. Keringat hari ini bernilai ganda; untuk kebersihan kampung dan kemuliaan nama Tuhan,” ujar Kepala Kampung Wadibu, Arie Lami Ansek.

Aksi sosial yang berjalan sukarela ini berlangsung produktif dan penuh keceriaan tanpa memandang status sosial. “Saat kami memegang parang dan mesin pemotong dan membabat rumput, tidak ada lagi batasan jabatan ataupun usia, Di sini kita semua sama, yaitu anak-anak Kampung Wadibu yang rindu melihat daerahnya bersih dan maju,” tutur Sekretaris Kampung, Beny Morin.

Senada dengan itu, Kaur Pemerintahan Kampung Wadibu, Pilep Morin, mengapresiasi kerukunan erat yang tercipta di lapangan. “Melihat pemuda PAM GKI SP Wadibu berbaur dengan pemerintah tanpa ego adalah sebuah kebahagiaan. Ketika kita bekerja tanpa memandang perbedaan latar belakang, pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan,” kata Pilep Morin.

Semangat kebersamaan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh pihak pengurus pemuda gereja karena lelah kerja selalu dihiasi dengan canda tawa. “Sebagai pemuda, kami memegang prinsip: kalau bukan kami, lalu siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang, lalu kapan lagi? Terima kasih kepada pemerintah kampung yang telah membuka jalan bagi kami untuk berdaya,” ungkap Ketua BP-PAM GKI, Jemat Simon Petrus Wadibu, Yan Rumsarwir.

Panggilan positif ini juga diaminkan oleh perwakilan anggota pemuda yang hadir di lokasi pembabatan jalan. “Saya mengajak seluruh pemuda Kampung Wadibu untuk bersatu padu, tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga berdiri di garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan merawat kerukunan antarwarga,” tegas Alfons Warami selaku perwakilan anggota PAM GKI, Jemaat Simon Petrus Wadibu.

Di akhir kegiatan, Arie Lami Ansek menegaskan bahwa aksi ini tidak didasari paksaan, melainkan murni lahir dari rasa memiliki terhadap kampung halaman. Melalui kebersihan lingkungan dan gotong royong yang tulus, segenap elemen masyarakat Kampung Wadibu kini telah meletakkan fondasi kuat untuk melangkah bersama menuju perubahan yang lebih maju dan bermartabat.