oleh

Sinio Café Malang, Tempat Segala Keunikan

Anak muda Kota Malang yang satu ini tergolong hebat. Gunung Himalaya yang sangar, ditaklukkannya seorang diri. Negara-negara di dunia juga telah dijelajahinya. India, Nepal, Hong Kong, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapore dan bahkan ke Hainan-China. Asyiknya, semua travelling itu menggunakan uang hasil jerih payahnya dalam profesi arsitek yang ditekuni.

Panggilannya Ryan. Lengkapnya Chalid Pamungkas. Dia juga seorang pegiat UMKM Kota Malang lewat Sinio Cafe, Jalan Brigjend Slamet Riadi No.187, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Cafenya jadi tempat favorit kumpul anak muda Kota Malang karena keunikan arsitektur dan kecocokan sebagai tempat kongkow dan rendevoux yang cihuy.

Berlantai dua dan menyediakan menu makan-minum tradisional dan kopi susu khas Sinio Cafe.

Ditemui Penanews.net di sela acara Peluncuran empat buku dari Penanews group di Swissbell-in Hotel Malang, Ryan di Sinio Cafe miliknya menjelaskan, “Kopi susu Sinio paling disukai pengunjung yang kebanyakan anak muda. Dulu sebelum pandemi café ini buka dari siang hingga malam jam 24.00 WIB. Saking ramenya, kadang kami terpaksa menolak-nolak pengunjung karena fullhouse. Tapi setelah pandemi pengunjung agak berkurang,” kata Ryan mengenang.

Arsitektur dinding luar Sinio Café yang unik adalah hasil karya Ryan sendiri yang tidak didapat di toko material bangunan. “Cetakan blok untuk dinding itu rancangan sendiri dan ditempel sebagai ornamen dinding luar, agar menarik. Bentuknya memang unik, dan mengundang minat pengunjung untuk mampir,” kata Ryan menerangkan riwayat terciptanya ornamen dinding karyanya.

Anak bungsu dari tiga bersaudara yang lahir pada 1993 dari pasangan Anshari dan Lies Herdiana, juga berprofesi sebagai arsitek dan freelance photographer. Karya-karya fotografinya terutama ketika di Hongkong dimuat di @kritenk – Instagram. Ryan alumnus Fak. Teknik Arsitektur Universitas Brawijaya Malang.

“Saya juga sering traveling naik motor kemana-mana. Sampai ke Flores dan Sumba. Bali – Lombok juga sering dengan motor. Saya juga punya mimpi ingin keliling Indonesia dengan motor,” ujar Ryan.

Segala action Ryan diakuinya terinsipirasi oleh buku “Meraba Indonesia” hingga punya mimpi menjadi pemotor keliling Nusantara.

Ryan muda, memang tengah memompa semangat untuk menjelajah. Namun tidak melupakan membina UMKM warung Sinio miliknya, tempat dia menjajakan menu-menu tradisional Malang.

“Terus berkarya dan bermanfaat untuk bumi dan manusia, supaya ketika mati masih tetap bermanfaat lewat karya. Dan jika menjelajah kemana-mana bisa banyak belajar sudut pandang orang lain. Juga sekaligus melihat karya Tuhan,” pungkas Ryan berprinsip, mengakhiri perbincangan. (pso)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed