SPMK Sudah Ada, Namun Proyek Pembangunan RSUD Parung Belum Mulai, Anggota DPRD Bilang Begini!

Bogor. penanews.net _ Jawa Barat. Pasca lelang tender pembangunan RSUD Parung di Desa Cogreg yang dimenangkan PT. Jaya Semanggi Enginering (JSE) serta dilanjutkan serah terima lahan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kepada pihak pelaksana kegiatan, hingga saat ini proyek tersebut belum juga dimulai.

Dari penelusuran fakta lapangan dan informasi yang di kumpulkan media ini, belum dimulainya giat pembangunan karena pembukaan jalan (land clearing) ke lokasi belum dikerjakan pihak Dinas PUPR. Hal ini di sebabkan belum tuntasnya upaya koordinasi dengan pihak pemilik lahan jalan yaitu PT. Kurnia Mitra Sejahtera (KUMIS) belum selesai.

Informasi ini juga ditegaskan oleh Atma, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil VI. Politisi PKS ini mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima informasi tersebut dari sejumlah pihak yang kompeten.

“Saat saya mendampingi reses pak Ahmad Ru’yat Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, hal ini juga diungkapkan oleh masyarakat. Sebaiknya segera diselesaikan dan dicarikan jalan tengah solusinya,” ungkap Atma, Minggu (8/8/2021).

Politisi asal Kecamatan Parung ini menegaskan, semua pihak harus bahu membahu agar pelaksanaan proyek pembangunan RSUD Parung dapat berjalan sesuai rencana dan jadwal yang sudah ada di SPMK.

“Anggaran dari APBD Provinsi sudah ada, lelang tender dan perusahaan penyedia jasa sudah ada, lalu SPMK sudah keluar, mau nunggu apalagi? Seharusnya proyek segera dimulai pembangunannya. Nanti akan saya cross chek langsung ke pihak – pihak terkait jika masih belum mulai juga.” Tegasnya.

Hampir senada, Anggota DPRD dari Fraksi PPP, Edi Kusmana Surya Atmaja menuturkan, pembangunan RSUD ini sudah di impikan sejak lama oleh warga Bogor Utara dan menjadi aspirasi kuat masyarakat.

“Jangan sampai karena masalah kecil jadi kendala besar. Jadi harus segera diatasi. Saya akan segera tindak lanjuti hal ini, agar semua pihak bekerjasama dan segera saja memulai proyek pembangunan RSUD Parung.” Cetus EKSA sapaan akrabnya.

Sebelumnya, saat proses giat penyerahan lahan tersebut, PPK proyek pembangunan RSUD Parung, Anni Bersari Kristina mengklaim, jika proyek tender RSUD senilai 93 miliar tersebut, telah di lengkapi dengan semua dokumen teknis yang diperlukan dan tinggal mulai pelaksanaan pembangunan.

“Nilai kontrak proyek nya 93 miliar dengan penyedia jasa adalah T. JSE. SPMK proyek ini dimulai tanggal 30 Juli 2021.” Ungkap Ani Bersari, yang juga Kepala Bidang SDK Dinkes Kabupaten Bogor.

IMG 20210805 WA0074

~ Meski SPMK sudah dimulai per tanggal 30 Juli 2021, namun prroyek RSUD Parung hingga saat ini masih belum dilaksanakan karena pembukaan akses jalan masuk yang belum dikerjakan.

 

Pewarta : Boim / Fahry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *