Suratku Pada Perempuan

Oleh :Marra Narayan


Ku berjalan ke sebuah tempat jauh dari keramaian dan kesesakan kota. Kupandang sekelilingku dan melihat hijaunya pepohonan lebat beserta ujung gunung mengintip dari jauh belakang sana. Udara segar nan dingin menyambutku dengan tiupannya yang merdu. Sendirian tanpa ada yang menemani, kulangkahkan kakiku sedikit demi sedikit menuju tempat di mana seseorang sedang menungguku dengan setia.

Setelah sekian lama berjalan, dibanjiri keringat yang membasahi seluruh badanku, akhirnya kutemukan diriku sampai ke tempat yang kumaksud. Disambut pelukan hangat dari seorang perempuan bervagina, ku bawa dirinya yang sudah telanjang ke bawah derasnya air terjun. Percikan kesegaran air dingin berpadu dengan senyuman dan tawa dirinya membuatku lupa akan apa yang telah kulalui.

Setelah puas bermain bersamanya, sang rembulan telah menunjukkan keberadaannya. Kuistirahatkan diriku sejenak dipangkuannya sambil memandangi indahnya bulan purnama yang menyinari wajahnya. Sambil ditemani hangatnya api unggun, kuhabiskan malamku bersama dengannya. Ketika sang mentari kembali terbangun dari tidurnya, menyinari seluruh lekukan tubuhnya yang mempesona, tanpa banyak berkata tapi saling mengerti kuhabiskan sisa waktuku menemani dirinya yang melekat padaku.

Bahagia itu bersama perempuan, ketika sang perempuan gagal melaksanakan tugasnya, di sanalah keributan selalu terjadi. Sekian dari seorang laki-laki yang menyukai perempuan.

marra3330.jpg

Marra Narayan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *