Tekan Angka Penularan Covi-19 Pada Anak, Kemen PPPA Perkuat Peran Anak Sebagai Pelopor Dan Pelapor

PN. Jakarta. Kasus konfirmasi Covid-19 pada anak kini melonjak, dengan angka penularan pada anak yang tinggi mencapai 12,5% dari kasus terkonfirmasi positif secara Nasional atau sekitar 117.000 anak dengan tingkat kematian 3-4%. Segera mengambil langkah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menguatkan kembali peran Forum Anak sebagai 2P yakni pelopor dan pelapor dalam penanggulangan Covid-19 dengan menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengungkapkan peningkatan keterpaparan anak terhadap Covid-19 merupakan tantangan yang perlu untuk segera di atasi. Salah satunya melalui Sosialisasi Peran Anak sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor) dalam Penanggulangan Covid-19: Perspektif Perlindungan Anak secara virtual, Kamis (24/06).

“Forum Anak sudah ada di 34 Provinsi, 458 Kab/kota bahkan di tingkat desa telah terbentuk. Meningkatnya keterpaparan (Covid-19) terhadap anak-anak, mudah-mudahan mereka bisa melaksanakan perannya sebagai pelopor dan pelapor. Untuk bisa melakukan itu, mereka harus diperkaya kembali dengan pemahaman dan pengetahuan dari ahli,” ujar Menteri Bintang

Menteri Bintang menambahkan sebagian besar anak yang terpapar Covid-19 berasal dari penyebaran di klaster keluarga Meningkatnya klaster keluarga ini harus jadi dorongan untuk mengetatkan protokol kesehatan terutama Protokol Kesehatan Keluarga.

“Kemen PPPA mengajak semua untuk turut menggalakkan kembali penerapan protokol kesehatan terutama Protokol Kesehatan Keluarga, harus lebih diperhatikan,” tegas Menteri Bintang.

Menteri Bintang mengaku menaruh harapan pada peran dan partisipasi anak sebagai teman sebaya. Terutama dalam transmisi informasi dan peningkatan kedisplinan anak serta keluarga terhadap protokol kesehatan. Untuk memudahkan hal tersebut, pemanfaatan teknologi komunikasi dinilai perlu dimanfaatkan dengan baik oleh anak.

“Saya berharap situasi sekarang ini bisa menjadi perhatian bagi anak-anak terutama yang tergabung dalam forum anak. Berbagai praktik baik diharapkan dapat terus dilakukan dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 pada anak. Kemajuan-kemajuan yang ada saat ini bisa kita gunakan, misalnya pemanfaatan teknologi, agar Forum Anak bisa merangkul lebih banyak kelompok anak. Ini harus menjadi perhatian Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor,” jelas Menteri Bintang.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan yang hadir secara virtual sebagai narasumber mengungkapkan 30 % anak yang meninggal akibat Covid-19 berusia antara 10-18 tahun atau kategori remaja.

“Virus (Covid-19) ini belum ada jenuhnya, dan stamina virus ini belum habis-habis bahkan membuat varian baru. Jadi dibutuhkan ketahanan kita sebagai manusia. Kita (IDAI) dari dulu mengatakan bahwa anak ini bisa juga kena Covid-19 dan anak juga bisa meninggal (karena Covid-19),” ujar Aman.

Sebagai remaja, menurut Aman karakter anak cenderung abai dan sulit patuh akan nasihat. Maka dibutuhkan pendekatan lain yakni peer group (teman sebaya) yang dapat membantu dari sisi pencegahan dan meningkatkan kesadaran terhadap anak.

“Kita butuhlah Forum Anak ini, tolong kasih tau teman-temannya. Jadilah kalian champion. Bilang 30 persen yang meninggal (karena Covid-19) ini adalah teman-teman yang seumur kalian. Karena mereka kelompok yang (cenderung) merasa dunia ini milik mereka. Mereka tidak mau mendengarkan kecuali peer groupnya atau ketika sesuatu itu terdengar hebat,” jelas Aman.

Diseminasi informasi melalui rekan sebaya ditunjukkan salah satunya oleh Ketua Forum Anak Provinsi Sulawesi Selatan, Bintang. Berbagi kisahnya sebagai penyintas Covid-19, Bintang mengaku pengalamannya sangat berharga dan tidak ingin hal itu dialami teman-temannya. Bintang bersama teman-temannya di Forum Anak kemudian terpacu untuk lebih memasifkan sosialisasi pencegahan Covid-19 di kalangan anak.

“Karena saya pernah terpapar Covid-19, saat ini saya ditunjuk sebagai Duta Covid-19 di Forum Anak. Penunjukkan itu membuat saya sebagai Ketua Forum Anak Sulawesi Selatan harus punya program. Salah satunya, mengadakan challenge atau lomba agar forum anak daerah di kabupaten/kota membuat video tips-tips protokol kessehtan yang wajib diterapkan setiap hari dan itu diupload di media sosial Tik-Tok,” ujar Bintang yang mengaku Terpapar Covid-10 pada bulan Desember 2020.

Dalam sesi diskusi disampaikan oleh peserta Forum Anak tentang masih adanya orang tua yang tidak disiplin bahkan belum melakukan protokol kesehatan dengan baik karena pemahaman yang kurang tentang Covid-19 dan bahaya yang ditimbulkan. Oleh karena itu Ketua IDAI, Aman Pulungan menekankan sangat diperlukan juga peran orang tua dalam hal ini.

 

Pewarta : Laela / Boim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *