Teman Akrab Yang Menjadi Musuh

Bandung, penanews.net Jawa Barat- Di dunia mereka dahulu adalah teman dekat dan akrab, kemana-kemana selalu bareng, Jalan bareng, ke Mall bareng, Nonton bareng, Karaoke bareng, Mabuk bareng, Nongkrong bareng.

Namun siapa sangka diakhirat mereka justru menjadi musuh, Lantas apa penyebabnya ?

Ternayata penyebabnya adalah hubungan dekat dan akrab yg mereka jalin di dunia bukan karena Allah, melainkan hanya untuk kesenangan dunia, mereka tidak saling mengingat perkara akhirat, justru mereka semakin lalai dan saling mengajak dalam kemaksiatan.

Allah ﷻ berfirman.

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

Ahli Tafsir At-Thabari menjelaskan,

المتخالون يوم القيامة على معاصي الله في الدنيا, بعضهم لبعض عدوّ, يتبرأ بعضهم من بعض, إلا الذين كانوا تخالّوا فيها على تقوى الله.

“Orang-orang yang saling bersahabat di atas maksiat kepada Allah di dunia, di hari kiamat akan saling bermusuhan satu sama lain dan saling berlepas diri, kecuali mereka yang saling bersahabat di atas takwa kepada Allah.” (Lihat Tafsir At-Thabari)

Demikianlah keadaan “teman akrab” di dunia yang tidak dibangun berdasarkan “pertemanan karena Allah“, mereka kelak justru akan menjadi musuh.

Sebab itu hendaknya kita benar-benar selektif dalam mencari teman dekat atau sahabat, jangan sampai kita salah memilih, sehingga kelak menjadikan penyesalan di hari kiamat, sebagaimana Allah ﷻ berfirman.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا ﴿٢٧﴾ يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ﴿٢٨﴾ لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya (yakni: sangat menyesal), seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku.” Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan: 27-29)

Demikian pula Rasullullah ﷺ juga memerintahkan agar kita memperhatikan siapa yg menjadi teman dekat kita, sebab tabiat seseorang itu mengikuti kebiasaan teman dekatnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang itu mengikuti diin (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.” (HR. Abu Dawud, Silsilah ash-Shahihah no. 927)

Teman dekat itu dapat memberi pengaruh baik atau justru pengaruh buruk.

Banyak orang perlahan-lahan berubah menjadi baik, sebab karena pengaruh teman yang baik,

Dan banyak pula orang perlahan-lahan berubah menjadi buruk, juga karena sebab pengaruh teman yang buruk.

Jika teman kita hobby selfi, joged2, nonton drakor, ngegosip, mabuk, berzina, bicara kasar, nongkrong, meninggalkan shalat, maka cepat atau lambat kita juga akan terpengaruh dengannya, Demikian pula sebaliknya jika teman kita shalih rajin shalat, hadir di majelis ilmu, menuntup aurat, tidak suka maksiat, baik tutur ucapannya, maka kita juga akan mengikutinya.

Maka disinilah mengapa kita harus selektif dan memperhatikan siapa yg menjadi teman dekat kita.

Semoga Allah ﷻ memberikan taufiq dan menjaga kita dari teman yang buruk.

By : Habibie Quotes, 05/12/21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *