Tiga Orang yang Merugi

Bandung,penanews.net Jawa Barat- Bulan Ramadhan adalah bulan yang teramat istimewa. Allah Ta’ala berjanji akan mengampuni semua dosa yang telah lalu bagi mereka yang bersungguh-sungguh mengisinya dengan amal saleh.

“Siapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

“Siapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Maka, bulan Ramadhan adalah kafarat (penghapus dosa) sampai bulan Ramadhan berikutnya selama tidak dilakukan dosa-dosa besar. Menurut Rasulullah saw. shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat berikutnya, dari Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa di antaranya, apabila ditinggalkan dosa-dosa besar (HR Muslim).

Dengan demikian, amat bodoh lagi merugi, orang yang kepadanya didatangkan bulan Ramadhan akan tetapi dia mengabaikannya. Dia membiarkan bulan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa ada hak-hak Allah yang ditunaikan di dalamnya.

Ada satu kisah terkait hal ini. Sahabat Ka’ab bin Ujrah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat, “Mendekatlah kalian ke mimbar!”

Lalu kami pun mendekati mimbar itu. Ketika Rasulullah menaiki tangga mimbar yang pertama, beliau berkata, “Âamiin.” Ketika beliau menaiki tangga yang kedua, beliau pun berkata, “Âmîn.” Ketika beliau menaiki tangga yang ketiga, beliau pun berkata, “Âamiin.”

Setelah Rasulullah saw. turun dari mimbar, kami pun berkata,“Ya Rasulullah, sungguh kami telah mendengar dari engkau pada hari ini, sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya.”

Rasulullah saw. bersabda, “Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril muncul di hadapanku dan berkata, ‘Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan yang penuh berkah, tetapi tidak memperoleh pengampunan. ’Maka aku berkata, “Âamiin.”

Ketika aku menaiki tangga yang kedua, Jibril berkata,“Celakalah orang yang apabila namamu disebutkan, dia tidak bersalawat ke atasmu.” Aku pun berkata, “Âamiin.”

Ketika aku melangkah ke tangga ketiga, Jibril berkata,“Celakalah orang yang mendapati ibu bapaknya yang telah tua, atau salah satu dari keduanya, akan tetapi keduanya tidak menyebabkan orang itu masuk surga.” Aku pun berkata, “Âamiin.” (HR Al-Hakim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *